Berwakaf harus dimudahkan agar masyarakat bersemangat melakukannya.

Total aset wakaf di Indonesia tercatat mencapai 4,1 miliar meter persegi dengan nilai lebih dari Rp 600 triliun. Namun, sayangnya aset tanah wakaf tersebut kurang optimal. Padahal, jika dikelola dengan baik dan profesional wakaf dapat bermanfaat bagi kesejahteraan umat. Oleh karena itu, perlu adanya penyadaran publik akan potensi wakaf.
Dosen dan Kepala Pusat Ekonomi Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Banu Muhammad memaparkan, setidaknya ada empat hal yang dapat dilakukan untuk membangkitkan semangat berwakaf. Menurutnya, berbicara mengenai penyadaran publik soal wakaf, hal yang paling simpel harus dimulai adalah dengan adanya contoh.
[bctt tweet=”Menyadarkan publik soal wakaf, harus dengan contoh yang berhasil” username=”my_sharing”]
“Saya membayangkan wakaf di Indonesia kalau ada teladannya, maka akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, harus mencari ikon wakaf dengan dia menjadi contoh di tahap awalnya, kalau itu ada mungkin akan terasa,” katanya dalam Seminar Wakaf bertema Peran Da’i dalam Membangkitkan Potensi Umat Melalui Wakaf, Kamis (12/5).
Poin kedua adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi yang berkembang pesat dewasa ini. Banu mengutarakan, konon 70 persen masyarakat Indonesia memiliki ponsel dan punya 10-25 aplikasi di ponselnya, dengan rata-rata maksimal enam aplikasi yang digunakan. Melalui teknologi informasi tersebut pun penghimpunan wakaf dinilai dapat lebih mudah.
“Kalau ada aplikasi wakaf yang memudahkan orang untuk berwakaf dan mereka diberitahu laporannya, diberitahu dananya digunakan untuk apa, apa dampaknya, itu akan ada kepuasan batin dan kebahagiaan hati bagi filantropis. Kebahagiaan dari efek berderma itu kita bisa arahkan ke wakaf,” ujarnya.
Ia melanjutkan, kekuatan besar lainnya yang perlu dilakukan untuk menggiatkan wakaf adalah melalui kampanye. “Kalau proyek wakaf dibangun satu per satu dan dimasifkan publisitiasnya akan dapat mendorong masyarakat lainnya, jadi mulai saja dulu dari kampanye-kampanye kecil,” cetus Banu.
[bctt tweet=”PEBS FEUI: Kebahagiaan berderma kita diarahkan untuk menumbuhkan wakaf” username=”my_sharing”]
Poin keempat yang diharapkan dapat mendorong kegiatan wakaf adalah dengan membuat percontohan wakaf. Banu mengatakan, dari total aset wakaf di Indonesia seluas 4,1 miliar meter persegi, sebagian besarnya berlokasi di Banten. “Ada 1 miliar meter persegi aset wakaf di Banten, jadikan saja itu wilayah percontohan pengelolaan wakaf di Indonesia. Beberapa milestone diatas itu yang kalau diserisusi bisa menjadikan orang semangat berwakaf,” pungkasnya.

