
Chief Executive Officer Etiqa Takaful, Ahmad Rizlan Azman, mengatakan sukuk tersebut akan berdenominasi ringgit dan bertenor 10 tahun. “Berdasar perkembangan terakhir, target tentatif penerbitan sukuk akan dilakukan pada bulan Mei,” kata Azman, sebagaimana dilansir dari Reuters, Rabu (7/5).
Struktur sukuk Etoqa Takaful menggunakan musyarakah, yaitu bagi hasil antara kedua belah pihak, dimana profit dibagi sesuai kesepakatan dan kerugian berdasar partisipasi modal. Etiqa Takaful akan menggunakan dana dari sukuk tersebut untuk operasional, modal kerja, dan kebutuhan lainnya. Maybank Investment Bank ditunjuk sebagai advisor penerbitan sukuk Etiqa Takaful.
Berdasar catatan RAM Ratings, Etiqa punya likuiditas yang kuat walau pertumbuhan bisnis asuransi keluarga tidak terlalu bagus karena pricing yang tidak menarik dan terbatasnya portofolio. Oleh karena itulah, Azman pun menuturkan bahwa pihaknya berencana memperluas jenis produk dan menargetkan nasabah yang berpendapatan lebih tinggi.
“Manajemen menargetkan untuk meningkatkan kontribusi reguler, terutama yang terkait investasi dan asuransi keluarga untuk menjamin pendapatan berkelanjutan. Langkah inisiatifnya termasuk memperkenalkan produk baru dan menargetkan segmen pasar yang lebih tinggi,” kata Azman.
Kasus penerbitan sukuk oleh Etiqa Takaful menjadi hal yang langka, dimana biasanya penerbitan sukuk dilakukan oleh bank. Sejumlah bank syariah juga telah menerbitkan sukuk subordinasi untuk mendorong modal. Pada Desember 2013 Etiqa Takaful mencatat aset tumbuh 9,6 persen menjadi 11,2 miliar ringgit. Perusahaan itu pun memiliki pangsa pasar hampir 50 persen dari total aset industri asuransi syariah Malaysia. Sementara, labanya meningkat 50 persen menjadi 188,5 juta ringgit di Desember 2013.

