Farhan: Curhat Abis-Abis pada Allah SWT

[sc name="adsensepostbottom"]

Ibadah umrah, dijadikan Farhan sebagai momen untuk curhat kepada Allah SWT atas kepedihan hati setelah ditinggal putra tercintanya, Ridzky.

Sebulan setelah putra sulungnya Muhammad Ridzky Khalik kembali ke pangkuan Allah SWT, tepatnya pada 20 Desember 2016. Farhan Hasan, presenter kondang memboyong istri tercintanya Aryati dan anak keduanya Muhammad Bisma Wibisana untuk ibadah umrah ke tanah suci Mekah.

“Ibadah umrah ini sangat unik, waktu itu berangkat setelah sebulan anak pertama saya wafat. Saya jadikan momen untuk curhat kepada Allah SWT,” ujar Farhan kepada MySharing ditemui di acara peluncuran program “Kampanye Ramadhan #TantanganKebaikan” di AXA Tower, Kuningan, Jakarta, Rabu (24/5).

Farhan bersama keluarga berangkatnya dari Tanah Air hingga ke Jedah langsung ke Mekah. Sampai Mekah, dia bersama istri dan anaknya langsung menunaikan ibadah umrah. Setelah tawaf dan sa’i selesai, Farhan pun curhat abis-abisan di depan kabah pada Allah SWT. Farhan pun mengisahkan curhatnya itu.

”Ketika kita minta diberi kesabaran dan keridhoan. Saya nggak nyangka tingkat kesabaran dan keridhoan saya sudah tingkat dewa begini. Ya Allah SWT, ini mah bukan tingkat kesabaran, kerelaan dan keridhoan manusia biasa. Tolong ya Allah SWT, beri hamba kekuatan dan kesabaran serta keridhoan yang berlimpah,” ungkap Farhan, terlihat matanya berbinar.

Setelah itu, Farhan bersama keluarganya istirahat di hotel. Selang kemudian, dalam bimbingan ustadnya, Farhan pun mengumrahkan almarhum Ridzky putra sulungnya yang meninggal sakit leukemia. “Subhanaalah menyenangkan sekali,” ujar pria kelahiran Jakarta 44 tahun ini.

Dalam perjalanan umrah itu, Farhan mengajak Bisma anak bungsunya, untuk merasakan dua kota suci di Mekah dan Madinah. Menurut Farhan, memang agak sulit memberikan pengertian kepada anak-anak remaja khususnya tentang nilai dari ibadah umrah itu.

Karena Farhan melihat jauh dari bayangan bahwa suasana umrah lebih ramai dari ibadah haji. Maklum, tahun 2002, Farhan telah menunaikan ibadah haji bersama ayah dan ibunya. “Dalam keluarga besar saya, ibadah haji itu wajib dilakukan setelah kehidupan mapan, setelah itu umrah cukup sekali. Tapi kok umrah, perasaaan saya lebih ramai dari ibadah haji jaman saya ya,” ujarnya.

Tentu, kata Farhan, Bisma membayangkan kalau kota Mekah dan Madinah itu sepi hikmah. Tapi kenyataannya sangat ramai sekali. Ya memang tak dipungkuri juga kalau Mekah dan Madinah itu kota perdagangan. “Jadi, agak sulit untuk Bisma meresapi nilai ibadahnya,” ujarnya.

Namun demikian, Farhan terus berusaha memberikan edukasi kepada Bisma. Seperti halnya, saat Bisma heran melihat orang marah-marah dan berantem di depan Kabah. Bisma pun bertanya kepada sang ayah, mengapa demikian terjadi di tanah suci.

Saat itu pula, Farhan menjelaskan pada Bisma, itulah inti dari ibadah ramai-ramai. Bahwa ketika kita ada sekian banyak orang yang berbeda, maka kita akan menemukan berbagai macam karakter, kepribadian,da perilaku. Tapi walaupun kita berbeda, belum tentu suka terhadap karakter mereka karena bagaimana pun juga kemuliaan itu ada dihadapan ketika kita bersujud di depan kabah.

”Tawaf itu sangat menantang, sejalan muter-muter, fokus, orang tabrak kiri tabrak kanan, orang pengen megang hajar aswat. Jadi memang butuh pikiran yang tenang untuk bisa meresapi jejak-jejak para nabi di ibadah umrah maupun haji,” ungkap Farhan.

Setelah diberikan penjelasan yang bijak oleh sang ayah, Bisma pun mengerti dan paham. ”Bisma oke-oke saja, minimal komplennya berkurang. Paling nggak kaget dia ilang,” jelas Farhan.

Ketika umrah Januari 2016 itu, Farhan mengaku tidak hanya bersama istri dan anaknya. Tapi juga bersama pemilik travel umrah dari kota Bandung, Jawa Barat, dan juga Walikota Bandung Ridwan Kamil.

”Nama travelnya saya lupa. Kita berangkat tiga keluarga yaitu pemilik travel dan Ridwal Kamil,” kata Farhan.