Fintech Mampu Membantu Dunia Perbankan Dalam Penetrasi Pasar

[sc name="adsensepostbottom"]

Pemanfaatan teknologi sangat membantu dalam menggarap pasar baru perbankan.

Bank KEB Hana Indonesia (KEB Hana Bank) bekerja sama dengan Dompet Dhuafa (DD) untuk mengadakan Lunch Forum Series di Hana Lounge bagi para pelaku usaha.

Pada edisi perdana, Lunch Forum Series ini membahas lebih dalam mengenai pembiayaan keuangan melalui platform digital atau fintech.

Direktur KEB Hana Bank, Bayu Wisnu Wardhana menyatakan, kerjasama ini digagas untuk mengibarkan bendera KEB Hana Bank dan merupakan kegiatan CSR dari KEB Hana Bank di seluruh Indonesia.

“Hana Lounge ini merupakan bentuk CSR kami. Ini, selain dari salah satu cara kami meng-attrack nasabah dengan menggunakan cara-cara non perbankan,” kata Bayu saat penandatanganan perjanjian kerjasama di Hana Lounge Wisma Mulia,  Jakarta, Rabu (7/2).

Menurutnya, fintech mampu membantu dunia perbankan dalam penetrasi pasar melalui smartphone. Dengan menggunakan teknologi melalui smartphone, perbankan akan mampu melakukan penetrasi pasar secara cepat. “Bandingkan saja yang didapat oleh perbankan selama 100 tahun dan lihat apa yang sudah dilakukan smartphone dalam beberapa tahun terakhir,” kata dia.

Disampaikan dia, bahwa KEB Hana Bank sudah mengadopsi sistem digital ini dalam pelayanan nasabah, misalnya seperti pengajuan KTA atau KPR secara online. Pada awalnya KEB Hana Bank masuk ke Indonesia, hanya masuk di pasar SNI dan korporasi. Tapi dalam tiga tahun belakangan ini, mulai masuk ke sektor konsumer.

”Jumlah nasabahnya banyak sekali. Sehingga pemanfaatan teknologi sangat membantu dalam menggarap pasar baru. Kalau membangun cabang baru, itu kan membutuhkan biaya dan SDM yang banyak. Tapi jika dengan teknologi, semua bisa diatasi,” ungkap Bayu.

Sebagai informasi, jelas dia, saat ini ada 61 cabang KEB Hana Bank yang bisa melayani nasabah di seluruh Indonesia dan akan membuka 5 cabang baru di Pontianak, Balikpapan, Surabaya dan Malang.