Anak usaha BRI, BRI Syariah memperoleh peringkat AA+ dari Fitch Ratings.

Sementara, peringkat nasional F1 mengindikasikan BRI Syariah punya kapasitas kuat untuk pembayaran komitmen finansial. Secara umum, peringkat tersebut mencerminkan rendahnya risiko yang dimiliki anak usaha BRI dibanding emiten lainnya di Indonesia. Penambahan + (plus) juga menunjukkan profil likuiditas yang kuat. Baca: Repo Syariah Jadi Alternatif Solusi Likuiditas Bank Syariah
Fitch meyakini BRI, yang punya peringkat AAA, akan terus mendukung BRI Syariah. BRI Syariah telah menjadi anak usaha andalan BRI dalam memperluas bisnis perbankan syariah di Indonesia, meski pangsa pasar BRI Syariah tercatat masih kecil dalam grup BRI. Baca: Perlunya Diversifikasi Di Tengah Likuiditas Ketat
BRI pun dinilai akan menyediakan suntikan modal bagi BRI Syariah, jika diperlukan, sebagaimana penambahan modal yang baru dilakukan pada Juli 2015. Dalam penilaian Fitch, seiring ekspansifnya pembiayaan BRI Syariah, maka bank tersebut pun akan memerlukan tambahan modal secara periodik dari BRI demi mempertahankan modal inti.
Di sisi lain, kualitas aset dan laba BRI Syariah pada semester I 2015 dinilai menurun di tengah kondisi perekonomian saat ini. BRI Syariah mencatat tingginya pembiayaan bermasalah. Fitch pun memperkirakan kualitas aset dan laba BRI Syariah akan terus tertekan dalam jangka pendek dan menengah karena tingginya biaya kredit.

