Forum Alumni PETISI saat Deklarasikan Tolak Reklamasi di TPI Kamal Maura, Jakarta Utara, Kamis (16/11).

Forum Alumni PETISI Deklarasikan Tolak Reklamasi

[sc name="adsensepostbottom"]

Tindakan pengabaian dan pelanggaran terhadap penanganan Teluk Jakarta dapat mengancam kedaulatan bangsa dan negara.

Forum Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (PETISI) Tolak Reklamasi mendeklarasikan forum itu di Kamal Muara, Jakarta Utara, Kamis (16/11). Mereka juga menyatakan sikap penolakan atas mega proyek reklamasi Teluk Jakarta.

“Kami Alumni Perguruan Tinggi seluruh Indonesia dengan ini mendeklarasikan Forum Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia Tolak Reklamasi disingkat Forum Alumni PETISI Tolak Reklamasi,” ucap  Ketua Presidium Forum, Akhmad Syarbini, yang juga perwakilan dari alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) saat membacakan deklarasi itu diikuti para perserta.

Menurutnya, deklarasi ini sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap penanganan Teluk Jakarta, yang dinilai mengabaikan aspek hukum, teknologi, lingkungan hidup, sosial, ekonomi, budaya, politik, pertahanan dan keamanan, serta berbagai aspek lainnya.

“Mengingat Jakarta sebagai Ibukota Negara, maka tindakan pengabaian dan pelanggaran tersebut dapat mengancam kedaulatan bangsa dan negara Indonesia,” katanya. .

Oleh karena itu, tegas dia,  Forum Alumni PETISI Tolak Reklamasi bertekad melakukan berbagai upaya sesuai ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk berperan serta dalam menolak reklamasi di Teluk Jakarta, tegasnya.

Selain penyampaian deklarasi, Forum juga menyampaikan pernyataan sikap menolak proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Acara tersebut berlangsung di TPI Kampung Nelayan, Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, dimulai sekitar pukul 14.30 WIB hingga sekitar pukul 16.15 WIB.

Sedikitnya sebanyak 12 perwakilan perguruan tinggi yang alumninya mendeklarasikan Forum Alumni PETISI Tolak Reklamasi, antara lain dari ITB, UI, IPB, ITS, UNBRAW, UNPAD, UNPAR, UNAND, UNHAS, UGM, dan lain sebagainya.