Bergugurannya bursa regional ikut menyeret bursa saham Indonesia ke zona merah.

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 6 Juni 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) langsung terkikis 1,146 poin ke level 159,320. Hingga 25 menit waktu perdagangan, ISSI sama sekali belum bisa beranjak dari zona merah. ISSI masih melemah 0,776 poin (0,48%) ke level 159,690.
Sebanyak 94 emiten memulai awal pekan dengan mengalami penurunan harga saham. Sisanya, 33 emiten bertahan stagnan dan 26 lainnya masih sanggup mencetak kenaikan. Transaksi perdagangan saham relatif sepi dengan baru mencetak nilai Rp 425 miliar dan 5,93 miliar saham yang berpindahtangan.
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
Koreksi indeks saham juga tak mampu dihindari emiten bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) memulai awal pekan dengan terpangkas 6,826 poin ke level 664,108.
Meski mulai melawan, laju JII hingga 25 menit waktu perdagangan masih tertekan di zona merah. JII tercatat melemah 3,741 poin (0,56%) ke level 667,193. Tercatat hanya 4 emiten bluechips syariah yang bergerak menguat. Sisanya, 23 emiten mengalami koreksi harga dan 3 lainnya bertahan stagnan.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini berkurang 36,810 poin (0,74%) ke level 4.946,100 di sesi prapembukaan. Mengawali sesi perdagangan awal pekan, Senin (6/7/2015), IHSG kembali jatuh 41,242 poin (0,83%) ke level 4.941,668.

