Global Wakaf Bangun MCK di Titik Pengungsian Sinabung

[sc name="adsensepostbottom"]

Sejak erupsi Gunung Sinabung pada November 2013, penduduk desa di sekitar radius 5 KM dari Gunung Sinabung terpaksa harus diungsikan dari rumahnya dan tak boleh dihuni lagi.

ACT sumur sinabungKawasan lahan dalam radius tersebut hingga kini masih menjadi ‘zona merah’ yang harus dikosongkan karena erupsi Sinabung masih belum berhenti. Saat ini pengungsi masih tersebar di berbagai tempat, baik di posko pengungsian maupun rumah warga.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih pengungsi, pada akhir 2015 Global Wakaf pun berhasil merampungkan pembangunan sumur dan sarana sanitasi (MCK) di dua titik pengungsian, yakni di Desa Simpang Gurukinayan dan SD Tupperware, SMP CIMB Niaga Simpang Gurukinayan, Kecamatan Payung, Kabupaten Karo. Dua titik tersebut dihuni 600 Kepala Keluarga (KK), yaitu 350 KK dari Desa Simpang Gurukinayan dan 250 KK di sekitar bangunan SD Tupperware  dan SMP CIMB Niaga.

Implementator pembangunan sumur dan MCK Susanto Ginting, mengungkapkan proses pembangunan telah dimulai sejak 3 Desember 2015 hingga 29 Desember 2015. “Pembangunan seluruhnya dilakukan oleh aktivis Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Karo, yang seluruhnya adalah para pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung,” katanya, dilansir dari laman Aksi Cepat Tanggap (ACT), Kamis (7/1). Baca: Atasi Krisis Air Bersih di Pesisir dengan Penyulingan Double Panel

Susanto menambahkan dua titik sumur yang dibiayai dari program Wakaf Sumur ini sebenarnya masih belum memadai. Pasalnya, masih ada setidaknya tujuh posko pengungsian yang menghadapi problem air bersih. “Ada sembilan titik posko pengungsian  yang tersebar di Kabanjahe yang  masih kekurangan atau kesulitan air bersih. InsyaAllah kami dari ACT akan terus berusaha memenuhi hal tersebut ” tegasnya.

Salah satu pengungsi di hunian Simpang Gurukinayan Ros Sembiring, mengatakan pembangunan sarana air bersih sangat dibutuhkan. Pasalnya, selama ini pengungsi kesulitan memperolah air bersih, akibat sumber mata air yang ada tertimbun lahar dingin atau debu Gunung Sinabung. Baca: Inspiratif! Pengantin Baru Ini Berbagi Kebahagiaan dengan Pengungsi Suriah

”Saya bersyukur kepada Tuhan, kini kami dan warga pengungsi  mudah mendapatkan air bersih. Dengan dibangunnnya sumur dan MCK disini, kebutuhan air selama ini diperoleh harus dengan membeli, kini tidak lagi terjadi. Saat ini kami bisa menggunakan air bersih untuk MCK kapanpun waktunya,” ujar Roy.