Tidak ingin membebani Majelis Ulama Indonesia (MUI), GNPF ganti nama menjadi GNPF Ulama.
Keputusan penggantian nama dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) menjadi GNPF Ulama disampaikan oleh Ketua GNPF Ulama, KH Bachtiar Nasir saat konferensi pers menyikapi Perppu Ormas, di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (30/10).
Menurut UBN begitu ulama ini biasa disapa, GNPF tidak ingin membebani MUI dengan namanya yang menempel di GNPF. Ia menilai, MUI tentu mempunyai privasi sendiri dalam mengambil sikap. “Hari ini kita tegaskan GNPF MUI mengganti nama GNPF Ulama,” ujarnya.
UBN mengungkapkan, istilah ulama dalam organisasi GNPF merupakan ijmak bersama dari tokoh GNPF dan ulama yang tergabung di dalamnya. Mereka sepakat mengambil keputusan mengganti nama tersebut.
- Bank Mega Syariah Perkuat Segmen Lifestyle via METRO Modest Fashion Week
- CIMB Niaga Umumkan Pemenang Beasiswa Jurnalis dan 4 Karya Terbaik Sustainability Journalism Fellowship 2026
- Bank Muamalat dan BMM Hadirkan CWLD Seri 001 untuk Program Gerobak Surya UMKM
- BSI Sabet Penghargaan Tertinggi di The Best Contact Center Indonesia 2026
Kendati demikian, lanjut pimpinan AQL Islamic Center ini, tidak ada perubahan lainnya di GNPF. Termasuk Habib Rizieq Shihab masih menjabat sebagai dewan pembina.
“Ini agar apa yang dikawal GNPF berupa fatwa tidak semata mata karena MUI. MUI juga agar tidak terbebani,” katanya menegaskan.

