Menko Perekonomian – Darmin Nasution mengharapkan Indonesia dapat belajar dari pengalaman terhadap kebijakan-kebijakan yang pernah dikeluarkan.
I
“Filipina dahulu inflasinya tinggi bahkan double digit. Tapi sekarang inflasi disana tinggal 3-3,5%. Artinya mereka berhasil mengakumulasi pengalaman,” demikian ujar Darmin Nasution dalam sebuah acara seminar nasional ekonomi di Jakarta, kemarin.
Menurut Menko Darmin Nasution, akumulasi pengalaman merupakan hal yang penting. “Karena dari sini berarti negara tersebut berhasil mempelajari kebijakan yang dahulu pernah terlaksana, untuk diaplikasikan dengan kebijakan lainnya, sehingga dapat menciptakan kebijakan yang menekan inflasi. Nah ini yang sering tidak ada di kita, yaitu mengakumulasi pengalaman. Sehingga kita sering merepetisi kebijakan yang kita sudah bongkar pasang saja,” tegas Darmin Nasution.
- Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Poin Haji Berkah Tahap 3
- BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
- BCA Syariah Luncurkan BSya Digital Membership Card Ivan Gunawan Prive dan Mandjha
- CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO
Lebih lanjut menurut Darmin Nasution, bangsa Indonesia masih belum bisa menyelesaikan permasalahan industrialisasi yang benar-benar bisa menjadi penggerak ekonomi.
“Padahal industrialisasi sebagai motor penggerak ekonomi. Pertanian, terutama pangan yang sehat. Kemudian ditambah kegiatan lain. Itu adalah modal dasar untuk melahirkan transformasi ekonomi,” demikian tutup Darmin Nasution, Menko Perekonomian R.I.

