Menko Perekonomian – Darmin Nasution mengharapkan Indonesia dapat belajar dari pengalaman terhadap kebijakan-kebijakan yang pernah dikeluarkan.
I
“Filipina dahulu inflasinya tinggi bahkan double digit. Tapi sekarang inflasi disana tinggal 3-3,5%. Artinya mereka berhasil mengakumulasi pengalaman,” demikian ujar Darmin Nasution dalam sebuah acara seminar nasional ekonomi di Jakarta, kemarin.
Menurut Menko Darmin Nasution, akumulasi pengalaman merupakan hal yang penting. “Karena dari sini berarti negara tersebut berhasil mempelajari kebijakan yang dahulu pernah terlaksana, untuk diaplikasikan dengan kebijakan lainnya, sehingga dapat menciptakan kebijakan yang menekan inflasi. Nah ini yang sering tidak ada di kita, yaitu mengakumulasi pengalaman. Sehingga kita sering merepetisi kebijakan yang kita sudah bongkar pasang saja,” tegas Darmin Nasution.
- CIMB Niaga Business Summit 2026 Usung Vision Made Possible Dukung Perusahaan Indonesia Tumbuh Berkelanjutan
- Prudential Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa PRUCare 360 Syariah
- Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak Signifikan, Tembus Rp1,9 Triliun
- BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
Lebih lanjut menurut Darmin Nasution, bangsa Indonesia masih belum bisa menyelesaikan permasalahan industrialisasi yang benar-benar bisa menjadi penggerak ekonomi.
“Padahal industrialisasi sebagai motor penggerak ekonomi. Pertanian, terutama pangan yang sehat. Kemudian ditambah kegiatan lain. Itu adalah modal dasar untuk melahirkan transformasi ekonomi,” demikian tutup Darmin Nasution, Menko Perekonomian R.I.

