Tindakan penistaan agama tidak boleh dibiarkan lolos dari hukuman, karena bisa menjadi preseden buruk ke depannya bagi bangsa ini.
Habib Rizieq Shihab tampil sebagai khatib shalat jumat dalam rangkaian acara akbar Aksi Bela Islam III “Zikir dan Doa Bersama” di lapangan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat, hari ini Jumat (2/12/2016).
Dalam acara yang dihadiri oleh Presiden RI – Joko Widodo dan Wapres – Jusuf Kalla tersebut, Habib Rizieq Sihab dalam khotbahnya menegaskan dengan lantang, bahwa aksi bela Islam III adalah murni untuk membela Al Quran, agar tidak dinistakan oleh sembarang orang.
“Jangan coba-coba menistakan Al Quran. Saya ingin menyampaikan kepada seluruh ulama, dan seluruh umara yang hadir bersama kita, hari ini jutaan umat Islam datang ke Jakarta bukan untuk melawan NKRI, bukan untuk melawan Pancasila, bukan untuk menodai UUD 45, bukan juga untuk menghancurkan kebhinekaan. Tapi mereka datang membela Al Quran, mereka datang untuk membela agama, mereka datang untuk menegakkan hukum,” tegas Habib Rizieq berapi-api.
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
Habib Rizieq lalu menegaskan, jutaan umat ini justru melakukan kegiatan Aksi Bela Islam III karena kecintaan mereka terhadap bangsa ini.
“Kegiatan ini kami lakukan karena cinta dengan NKRI, yang berdasakan Pancasila dan UUD 45 dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika,” jelas Habib Rizieq.
Menurut Rizieq, sekali saja penista agama dibiarkan, maka akan menjadi preseden buruk ke depannya bagi bangsa ini.
“Penistaan agama bukan kemajemukan, bukan kebhinekaan. Stop semua penistaan agama dan mengadili segala bentuk penistaan agama di Indonesia,” tegas Habib Rizieq.
Menurut Habib Rizieq, Aksi Bela Islam III adalah momentum untuk menegaskan, bahwa Surat Al Maidah 51 harus ditegakkan di Indonesia.
“Hari ini kita berkumpul karena Al Maidah 51 dinistakan. Ingat ini isyarat ilahiyah, isyarat dari Allah SWT, bahwa perjuangan kita tidak hanya sampai Ahok ditahan atau dipenjarakan. Tapi harus lebih dari itu. Surat Al Maidah 51 harus ditegakkan di Indonesia, di bumi dengan penduduk bermayoritas beragama Muslim,” demikian tegas Habib Rizieq Shihab.
Ustadz Masjid Al Huriyyah IPB, Muhammad Wahid Ramadhan, Lc., MA (Alumnus Universitas Al Azhar, Mesir) yang juga dosen luar biasa di IPB mengatakan kepada MySharing, bahwa jutaan ummat Islam melakukan Aksi Bela Islam III ini adalah karena mereka tidak rela Al Quran dinistakan.
[bctt tweet=”Penistaan agama bukan kebhinekaan!” username=”my_sharing”]
“Kami ingin terlaksananya supremasi hukum di Indonesia. Jadi, para penegak hukum jangan tebang pilih terhadap kasus penistaan agama ini,” jelas Wahid Ramadhan yang hadir jauh-jauh dari Bogor ke Monas dengan mengikuti konvoi sepeda motor.

