Haedar Nashir terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015-2020 pada Muktamar ke 47 Muhammadiyah di Makassar Sulawesi Selatan, Kamis malam (6/8).

Haedar merupakan kandidat calon Ketua Umum PP Muhammadiyah umum yang meraih suara terbanyak yakni 1.947 suara dari total suara terhitung 2.389 suara. Dalam memimpin Muhammadiyah ke depan, Haedar akan fokus mengedepankan visi pesyarikatan itu untuk pencerahan bangsa.
Haedar mengatakan, Muhammadiyah sampai hari ini dengan Jihad Kebangsaan dan Jihad Konstitusinya, membawa Muhammadiyah dalam program-program perdamaian dunia. “Mari bersama-sama berkiprah mencerahkan bangsa dengan visi Muhammadiyah,” kata Haedar, dikutip dari laman Muhammadiyah.or.id, Jumat (7/8).
Haedar menegaskan, ke depan Muhammadiyah akan semakin maju dan modern. Selain itu, tegasnya, Muhammadiyah sebagai ormas Islam terbesar akan berkonstribusi bagi umat, bangsa, negara dan dunia.
Misi Muhammadiyah lima tahun ke depan bercita-cita menjadi gerakan Islam yang membaca misi pencerahan. “Muhammadiyah dengan sistem dinaminasi dapat bersinergi dengan program –program pemerintah,” ujarnya.
Terkait isu pembentukan partai politik, Haedar menyatakan tidak akan membawa Muhammadiyah untuk menjadi roda politik. Alasannya simple, sejalan dengan semangat Muktamar Makassar, Muhammadiyah tetap akan menjadi ormas. “Muhammadiyah tidak berafiliasi dengan parpol manapun,” tegas pengajar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini.
Selain Ketua Umum, muktamar juga menetapkan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah yaitu Abdul Mu’ti, yang mendampingi Haedar selama periode 2015-2020. Sementara itu, Istri Haedar, yaitu Siti Noordjanah Djohantini ditetapkan sebagai Ketua Umum PP Aisyiyah periode 2015-2020. Haedar dan Mu’ti terpilih dalam sidang yang diikuti 13 anggota formatur di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis malam (6/8).
Ketigabelas anggota formatur itu termasuk Haedar dan Mu’ti, Yunahar Ilyas, A. Dahlan Rais, M. Busyro Muqoddas, Abdul Mu’ti, Anwar Abbas, Muhadjir Effendy, Syafiq A.Mughni, Dadang Kahmad, Suyatno, Agung Danarto, M. Goodwill Zubir, dan Hajriyanto Y. Thohari.

