(Ki-ka) Hatta Radjasa, Hidayat Nur Wahid, Sugiharto, KH.Ma'ruf Amin, Zulkfili Hasan, pada acara halal bi halal di Menara 165 Jakarta, Rabu (12/8). foto:detik.com.

Halal Bi Halal, Sinergi Tokoh dan Umat

[sc name="adsensepostbottom"]

Puluhan tokoh nasional dari berbagai profesi berkumpul menghadiri acara Halal bi Halal bertajuk “ Sinergi Tokoh, Sinergi Umat, di Menara 165, Jakarta, Rabu (12/8).

(Ki-ka) Hatta Radjasa,  Hidayat Nur Wahid,  Sugiharto, KH.Ma'ruf Amin, Zulkfili Hasan, pada acara halal bi halal di Menara 165 Jakarta, Rabu (12/8). foto:detik.com.
(Ki-ka) Hatta Radjasa, Hidayat Nur Wahid, Sugiharto, KH.Ma’ruf Amin, Zulkfili Hasan, pada acara halal bi halal di Menara 165 Jakarta, Rabu (12/8). foto:detik.com.

Halal bi halal ini digagas oleh empat lembaga yakni Dompet Dhuafa, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Forum Saling Sapa dan ESQ, menghadirkan puluhan tokoh nasional. Yaitu Didin Hafidhuddin, Hidayat Nur Wahid, Ilham Habibie, Hatta Radjasa, Zulkifli Hasan, Fahri Hamzah, Ari Ginanjar Agustian, KH. Ma’ruf Amin, Ustad Yusuf Mansyur, Amin Rais, Marwah Daud, Aris Mufti, dan tokoh lainnya.

Dalam sambutannya, Direktur Dompet Dhuafa Jawaini mengatakan, halal bi halal pertama ini yang mengabungkan beberapa organisasi umat secara bersamaan. “Acara ini menjadi pertanda kebersamaan dan kesatuan organisasi umat Muslim secara bersamaan,” kata Ahmad.

Ahmad pun menuturkan, sebagaimana tema acara “Sinergi Tokoh, Sinergi Umat”, bahwa bila tokoh-tokoh bisa menjadi contoh dengan bersinergi, diharapkan hal yang sama juga dilakukan oleh umat. “Para tokoh yang hadir akan membahas berbagai isu strategis umat di bidang sosial, persaudaraan, dakwah dan ekonomi umat,” ujarnya.

Selain ajang silaturahmi, kata Ahmad, acara ini bertujuan menciptakan persaudaraan, kesatuan dan sinergi umat yang kuat dan produktif secara nyata dalam berbagai bidang kehidupan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Presidium ICMI Sugiharto menilai acara ini tepat dan relevan dengan kondisi bangsa akhir-akhir ini. Ia menuturkan, pada hari ini dimana seluruh komponen bangsa berkumpul merumuskan sinergi untuk kepentingan strategi bangsa. “Khususnya ICMI sebagai masyarkat madani, berinisiatif untuk turut mengambil peran dalam upaya urun rembug, musyarawah, serta mendukung pembangunan bangsa dan negara dengan memberikan kontribusi dan solusi lewat program unggulannya,” kata Sugiarto.

Ia menegaskan, bahwa berkumpulnya seluruh komponen bangsa dari berbagai profesi ini adalah rahmat karunia Allah SWT. Cita-cita ICMI adalah menciptakan Indonesia Emas. Memang visinya jangka panjang yaitu 2020 Indonesia berkarakter, 2030 Indonesia Sejahtera perkapita 16500, 2045 Indonesia Adidaya.

“Ini sebuah impian, dan saya tidak tahu bagaimana cara menjangkaunya. Tapi hari ini berkumpul para tokoh dan ulama sangat berpengaruh, mudah-mudahan visi itu jadi kenyataan, “ pungkasnya.