Hari Anak Nasional adalah momentum untuk mengingatkan orangtua mempersiapkan anak-anaknya sejak dini mengembangkan talentanya bersama teman sebaya sesama anak bangsa.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional pada Kamis 23 Juli 2015, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Haryono Suyono menyatakan bahwa anak-anak Indonesia adalah masa depan bangsa, calon pemimpin yang mengantar bangsa yang kita cintai maju pesat bersama bangsa lain di dunia. Untuk itu, Haryono menghimbau kepada orangtua untuk memberikan dukungan penuh bagi anak-anak agar berkembang secara optimal.
“Hari Anak Nasional adalah momentum untuk mengingatkan orangtua agar lebih memperhatikan dan memberikan suasana gembira bagi anak-anaknya yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa,” kata Haryono, dalam rilisnya yang diterima MySharing, Kamis (23/7).
Lebih jauh ia menyampaikan, dimasa lalu kita mementingkan kekuatan fisik dan teknologi perang. Namun di masa sekarang untuk maju memperebutkan kesempatan itu tidak lagi memerlukan kekuatan fisik, tapi kecerdasan, akal dan penguasaan teknologi serta kemitraan berasama bangsa-bangsa lain di dunia.
Oleh karena itu, kata Haryono, kiranya hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli ini bisa dijadikan momentum untuk mempersiapkan anak-anak sejak dini berlatih mengembangkan kebersamaan antar teman sebayanya sesama anak bangsa. Seperti berlatih bahasa asing, mempelajari budaya berbagai bangsa dan bergaul dengan anak-anak dari bangsa sahabat agar kelak tidak canggung untuk tumbuh kembang. “Anak-anak harus saling bertukar pengetahuan dan teknologi, serta belajar bermain bersama anak-anak bangsa maju lainnya,” ujar Ketua Yayasan Damandiri ini.
Namun demikian, tegas Haryono, dalam belajar budaya bangsa lain, anak-anak Indonesia harus memahami betul budaya tersebut, jangan sampai budaya asing itu malah melunturkan budaya nasional kita. Menurutnya, jika kita memahami betul, budaya asing justru memperkaya dan menambah wawasan. Tak sedikit budaya asing bisa menjadi pemicu dan pelengkap budaya gotong royong untuk memajukan budaya nasional berwawasan global.
Basis budaya ini, kata Haryono, harus mendorong setiap anak untuk tidak menunggu kesempatan, tetapi mampu bersifat inovatif menciptakan kesempatan baru untuk sebesar-besarnya kemakmuran dan kesejahteraan anak bangsa. Lebih-lebih semangat berbudaya itu disertai dengan kemampuan entrepreneurship yang tinggi. Sehingga kesempatan itu bisa menjadi peluang untuk menciptakan inovasi baru yang cemerlang dan menghasilkan kesempatan kerja yang luas bagi setiap anak bangsa.
Ia menyarankan, sebaiknya antara anak, orangtua dan masyarakat dilingkungannya bekerjasama menampilkan kreasi karya nyata. Sehingga akan tercipta suasana dinamis dan akrab dalam lingkungan tersebut. Anak-anak dengan dukungan orangtua dan masyarakat akan berkarya membanggakan.
“Kalau kau ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian. Tetapi bila kau ingin berjalan jauh, berjalanlah besama-sama,” kata Haryono. Menurutnya, kegesitan anak-anak Indonesia yang menjadi kebanggaan masyarakat adalah modal awal untuk dapat diterima pada komunitas yang lebih luas, hingga menembus ASEAN dan akhirnya mendunia. ”Dukungan kepada anak bangsa dalam meraih cita-citanya tidak hanya dari keluarga dekatnya saja, tapi juga dari lingkungan,” ujarnya.
Haryono berharap Hari Anak Nasional ini dijadikan pondasi orangtua agar mengutamakan pendidikan anak-anaknya. Orangtua tidak hanya mengarahkan anaknya menjadi orang kaya, tapi justru mempersiapkan mereka mendapatkan kebahagian yang hakiki. Tujuannya tidak lain adalah agar kelak mereka melihat segala sesuatunya bukan dari sekedar wujudnya, tetapi menghargai sesuatu yang dijumpai dari nilainya untuk kemanusiaan dan kebahagiaan bersama.
”Menjadi manusia (human being) dan menjadi manusiawi (being human), sangat berbeda. Kita orangtua harus faham perbedaan itu dan berusaha mengantar anak-anak pemegang masa depan bangsa menjadi sosok yang manusiawi sesuai dengan falsafah bangsa Pancasila,” tukas Haryono.
Untuk itulah, kata mantan Kepala BKKB ini, marilah kita peringati Hari Anak Nasional ini sebagai forum untuk mencintai anak-anak Indonesia dengan penuh barokah, seperti semangat Hari Raya Idul Fitri yang baru saja dirayakan. ”Anak adalah investasi bangsa dalam membangun masa depan, dan anak jualah yang senantiasa mendoakan kita orangtuanya. Selamat Hari Anak Nasional,” pungkasnya.

