keuangan syariah Hong Kong

Hong Kong Kian Seriusi Bisnis Keuangan Syariah

[sc name="adsensepostbottom"]

Minat pelaku keuangan di Hong Kong terhadap industri keuangan syariah semakin meningkat. Securities & Futures Commission Hong Kong dan Securities Commission Malaysia sepakat untuk menjalin kerjasama lintas-batas lebih lanjut di bidang keuangan syariah, terutama di area fund management. Kerjasama dua negara tersebut diharapkan memberikan dimensi baru bagi pasar keuangan syariah global.

keuangan syariah Hong KongChairman Securities Commission Malaysia, Ranjit Ajit Singh, menuturkan Malaysia telah menjadi pintu gerbang keuangan di Asia, dan menghubungkan Timur Tengah dan Eropa ke kawasan Asia. “Di saat Hong Kong dapat memanfaatkan kapabilitas fund management syariah Malaysia, kami juga bisa mendapat keuntungan dari Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional,” kata Ranjit, dilansir dari Islamic Finance News, Jumat (20/6).

Sementara Deputi Chief Executive Officer dan Direktur Eksekutif Produk Investasi, Internasional, dan Cina Securities & Futures Commission Hong Kong, Alexa Lam, menegaskan komitmen pihaknya dalam pengembangan pasar keuangan syariah. “Kami melihat keuangan syariah sebagai proposisi berharga yang dapat berkontribusi pada inovasi dan diversifikasi pasar keuangan Hong Kong,” tukas Alexa.

Dengan infrastruktur dan reputasi kelas dunia dalam produk dan keuangan bermata uang renmimbi, menjadikan Hong Kong dinilai sebagai platform yang sesuai untuk mengembangkan produk keuangan syariah dan menawarkannya kepada investor domestik dan global. Hong Kong sendiri saat ini sedang dalam proses menerbitkan sukuk antara 500 juta sampai 1 miliar dolar AS pada semester dua 2014.

Baru-baru ini, lembaga keuangan Malaysia, RHB Asset Management, pun meluncurkan RHB-OSK Islamic Regional Balanced di Hong Kong. Tujuannya mempererat pasar keuangan syariah dan skema investasi syariah di Hong Kong dan Malaysia. “Kami percaya investor tertarik untuk berpartisipasi pada produk investasi syariah sebagai alternatif pilihan dari investasi tradisional,” kata Chief Executive Officer dan Kepala Regional Distribusi Ritel RHB Asset Management, Ho Seng Yee. Pihaknya pun berencana akan menambah dua produk investasi syariah lagi di tahun depan.