Ikatan saudagar muslim indonesia
Ketua Umum Ikatan Saudagar Muslim Indonesia Ilham Akbar Habibie (kiri) menerima Syariah Gold Card CIMB Niaga dari Head of Syariah Sales and Distribution CIMB Niaga Diah Rahma Paramaiswari dalam Silaturahmi Bisnis Ikatan Saudagar Muslim Indonesia, Jumat petang (10/3). Foto: MySharing

Ikatan Saudagar Muslim Indonesia Dorong Inovasi via Teknologi

[sc name="adsensepostbottom"]

Teknologi dapat dimanfaatkan untuk membuat produk yang inovatif.

Ketua Umum Ikatan Saudagar Muslim Indonesia Ilham Akbar Habibie mengatakan, hampir semua bisnis kini terkait dengan teknologi. Namun, pada umumnya pebisnis di Indonesia belum terlalu mengerti untuk menggunakan teknologi. Meski teknologi tersedia, pebisnis lebih terdorong untuk melakukan impor.

“Untuk mendorong penggunaan teknologi tidak ada solusi gampang jadi arahannya perlu kerjasama erat lintas sektor baik itu pemerintah, pebisnis dan akademisi. Kebijakan pemerintah banyak tidak kena ke orang bisnis, jadi tidak bermanfaat. Begitu juga riset universitas tidak digunakan” ujarnya dalam Silaturahmi Bisnis Ikatan Saudagar Muslim Indonesia, akhir pekan lalu.

Oleh karena itu, lanjutnya, Ikatan Saudagar Muslim Indonesia yang merupakan perkumpulan bisnis mencoba untuk memperkuat arahan bisnis anggotanya. Perkumpulan saudagar muslim itu pun memiliki program teknologi, inovasi dan kewirausahaan untuk membina pengusaha agar menggunakan teknologi dalam kegiatan bisnisnya.

“Salah satu yang ditekankan di Ikatan Saudagar Muslim Indonesia adalah bisnis menggunakan teknologi untuk berinovasi, menggunakan teknologi, inovasi dan kewirausahaan untuk membuat produk yang inovatif. Kami bantu mereka untuk sukses dalam bisnis dan bisa lebih maju,” jelas Ilham.

Wakil Sekretaris Jenderal Isnaldi Ikatan Saudagar Muslim Indonesia Muhammad Dini menuturkan, pasca rapat koordinasi nasional, pihaknya memiliki program agar potensi bisnis di berbagai sektor bisa dimanfaatkan secara konkrit bagi muslim Indonesia. Perkumpulan pun sudah menyelenggarakan forum Silaturahmi Bisnis sebanyak dua kali dan akan digelar berkelanjutan terus menerus.

“Programnya konkrit dan bisa dieksekusi jadi dari forum ini diharapkan pelaku bisnis bisa saling bersinergi, ada yang bisa menjadi agen, klien atau pasarnya. Dalam Silaturahmi Bisnis kali ini misalnya, ada dua tema yang diangkat yaitu bisnis agroindustri dan properti karena peluang di agroindustri dan hotel itu besar. Jadi dari forum ini diharapkan ada interaksi bisnis,” pungkasnya.