Membangun hubungan konstruksi antar umat melalui keagamaan dan kebudayaan.
Indonesia Associaion for Religions and Cultures (IARC) mengandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengadakan acara Halal bi Halal di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin malam (18/7).
Ketua IARC Paiman Mak mengatakan, halal bi halal ini sudah empat tahun diadakan ini kembali mengangkat tema “Indahnya Kebersamaan.” Adapun tujuan acara ini adalah sebagai ajang silaturahmi saling memaafkan.
“Kami meyakini bahwa dengan semangat kebersamaan ini, kita semua dapat saling berbagi dan menghormati satu sama lain, untuk menuju masa depan yang sejahtera, damai, aman, dan sentosa,” papar Paiman dalam sambutannya.
Dengan visi ketaqwaan dan kerukunan, lanjut dia, IARC bertekad memberikan konstribusi secara nyata dalam membangun hubungan konstrukstif antarumat melalui keagamaan dan kebudayaan. Untuk mencapai itu, IARC telah memiliki ragam kegiatan seperti bidang keagamaan, pendidikan, kebudayaan, sosial, kerjasama international, dan lingkungan hidup. Seluruh kegiatan tersebut dimaksudkan agar hubungan antarumat manusia dapat terjalin dengan konstrukstif, produktif, damai, dan indah dalam kebersamaan.
IARC bersama MUI kembali menghadirkan tema halal bi halal ini ”Indahnya Kebersamaan,” bermakna karena semua memahami bahwa masyarakat kita terdiri dari berbagai suku, budaya, dan agama. Namun memiliki kebulatan tekad untuk merajut kemajemukan menuju kebersamaan yang indah. “
Indah karena kebersamaan ini menjadi bingkai pemandangan alam yang penuh warna yang saling menguatkan satu sama lain. Inilah yang kita pahami sebagai Bhinekka Tunggal Ika dalam Pancasila,” tegas Paiman.
Keindahan itu, menurut dia, harus pahami sebagai anugerah yang sungguh tidak ternilai dan menjadi harapan kerukunan, kedamaian, dan persatuan membawa bangsa menuju masa depan yang semakin sejahtera bagi seluruh warganya.
[bctt tweet=”Kebersamaan ini menjadi bingkai pemandangan alam yang penuh warna ” username=”my_sharing”]

