Indeks Syariah RI Makin Rontok

[sc name="adsensepostbottom"]

Indeks Syariah RI makin rontok. Pernyataan mengejutkan Gubernur The Federal Reserves, Jannet Yellen, mendorong aksi jual saham Wall Street yang menjadi sentimen negatif bursa Asia.

IndeksPada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 7 Mei 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,807 poin ke level 165,253. ISSI bahkan masih tak berkutik hingga 15 menit waktu perdagangan. ISSI semakin terkoreksi hingga 1,444 poin (0,87%) ke level 164,616.

Padaha pada penutupan kemarin, pelaku pasar menggelar aksi beli saham jelang penutupan. Aksi ini menyebabkan, ISSI berbalik ke zona positif. Sentimen negatif dari Wall Street tersebut memaksa 86 emiten syariah dilanda aksi jual. Sementara 21 lainnya masih bisa melaju positif dan 39 emiten bertahan stagnan.

Koreksi lebih dalam dialami indeks saham bluechips syariah yang hampir seluruh penghuninya masih zona merah. Jakarta Islamic Index (JII) pagi ini memulai perdagangan dengan melemah 4,582 poin ke level 687,720. Laju JII belum berubah sampai 15 menit waktu perdagangan dengan mencetak koreksi 7,554 poin (1,09%) ke level 684,748.

Indeks JII hanya menyisakan satu emiten di zona positif. Sisanya, 29 emiten unggulan syariah dilanda aksi jual investor. Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga kembali dibuka melemah 29,62 poin (0,57%) ke level 5.155,32 di sesi prapembukaan. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

Memulai sesi pembukaan, IHSG masih tetap melemah dengan koreksi 30,13 poin (0,58%) ke level 5.154,09.
Lantai bursa sudah memainkan dana investor hingga Rp 950 miliar dengan 8,57 miliar saham yang beralihtangan. Sentimen negatif dari global memaksa asing tetap menggelar aksi jual.

Nett sell asing pagi ini sudah menembus angka Rp 129 miliar.

Dari kawasan regional, seluruh indeks saham utama Asia bergerak melemah. Indeks Hang Seng dan Nikkei yang dibuka melemah kini sudah terkoreksi 0,67 persen dan 1,12 persen.