Potensi wisata syariah dunia diprediksi terus berkembang setiap tahunnya. Nilai pariwisata tahun 2012 menembus angka USD 137 miliar pertahun. Angka ini diprediksi akan meningkat menjadi USD 181 miliar pada tahun 2018.

Direktur Jenderal Pemasaran Kemenparekraf, Esty Reko Astuty mengatakan, negara non muslim sudah menentukan target dalam produk halal dengan membuat wisata halal mengimbangi spiritual dan pekerjaan. “Non muslim menjadikan negara muslim sebagai target pengembangan wisata syariah, ” kata Esty di sela-sela Seminar Pariwisata Syariah di Jakarta, pekan lalu.
Menurutnya, Indonesia harus gencar mengembangkan dan mempromosikan pasar wisata syariah. Jika tidak, maka Muslim yang banyak di Indonesia hanya akan menjadi pasar bagi negara non Muslim. Kemenparekraf juga menawarkan 7 minat khusus, salah satunya wisata syariah. Tren perkembangannya cukup besar, mencari gaya hidup sehat, ramah lingkungan dan menilai spiritual keseimbangan kehidupan.
- CIMB Niaga Syariah Luncurkan Program Jumat Baik, Perkuat Komitmen Melangkah Sesuai Kaidah
- Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Volume Transaksi Ziswaf 24,75% via Muamalat DIN
- BSI Fest Ramadan 2026 Digelar di 9 Kota Besar, Tawarkan Diskon Umroh
- Prudential Syariah Luncurkan PRUHeritage Syariah Essential Plan USD, Nilai Proteksi Meningkat hingga 150%
Lebih lanjut Esty menegaskan, selain pariwisata, potensi makanan halal dunia juga sangat besar. Tahun 2012, spending masyarakat dunia untuk makanan halal mencapai USD 1,08 miliar. Angka ini diprediksi akan terus melonjak hingga 2018 mencapai USD 1,6 miliar.”Ini potensinya luar biasa. Jangan sampai kita menjadi penonton di negara sendiri, jadi target negara non Muslim. Kita harus kembangkan potensi industri wisata syariah,” tegasnya.
Konsep Pengembangan Wisata Syariah
Untuk meraup keuntungan dalam wisata syariah, Kemenparekraf akan melakukan beberapa langkah dengan melakukan sertifikasi tempat-tempat tujuan wisata yang potensial dikunjungi para wisatawan Mulim. Pada Oktober mendatang, sertifikasi halal akan dilakukan pemerintah terutama pada restoran, spa dan biro perjalanan wisata. Cara ini, dinilai bisa meningkatkan jumlah wisatawan muslim yang masuk ke Indonesia. Targetnya akhir September standarlisasi untuk restoran, spa dan biro perjalanan wisata selesai.
Negara-negara yang mayoritas penduduknya non Muslim, menjadikan negara Muslim sebagai target pasar. Bahkan seperti Selandia Baru, Jepang, Eropa, Hong Kong, China dan Argentina menyediakan paket produk halal bagi wisatawan yang berkunjung ke negaranya. Langkah ini, sebagai salah satu cara agar negara-negara tersebut mendapatkan devisa dari sektor pariwisata terutama wisatawan muslim yang berasal dari negara-negara mayoritas Muslim
Pemerintah dalam hal ini Kemenparekraf berjanji gencar melakukan promosi memperbaiki strategi pemasaran, penyiapan produk hingga pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Prinsipnya tetap menegakkan norma agama, lokal Indonesia dan mendinamiskan hubungan.
Menurut Esty, Indonesia sudah tertinggal jauh Malaysia yang sudah lama menekuni bidang wisata syariah dan produk halal. Mereka tidak main-main dalam menyiapkan semuanya. Bahkan, hotel pun sudah ada yang membedakan pusat kebugaran dan kolam renang bagi tamu hotel pria dan perempuan. “Pertumbuhan Malaysia jauh meninggalkan Indonesia dengan konsep itu,” kata Esty.
Agar sosialisasi dan promosi wisata syariah berjalan lancar, Kemenparekraf akan bekerjasama dengan lembaga negara lainnya seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Masyarakat Ekonomi Islam, Industri Pariwisata, akademisi, dan komunitas.
Gross Domestic Product (GDP) negara Islam yang bergabung dalam organisasi OKI tercatat hingga USD 9,6 triliun, persis di bawah pendapatan Amerika Serikat USD 16 triliun, dan di atas China USD 8,5 triliur. Pertumbuhan negara OKI jauh lebih tinggi 6,3 persen dibandingkan negara lain yang hanya 5,3 persen.
Kondisi tersebut bisa dimanfaatkan untuk meraup pundi-pundi pendapatan, paling tidak pemerintah harus mulai merancang strategi untuk menghimpun potensi wisata syariah. Indonesia bisa meniru negara lain yang telah menawarkan konsep wisata syariah yang lebih aman dengan label halal.

