Perhelatan fesyen yang menghadirkan para disainer kondang ini diharapkan bisa mengembangkan industri produk kreatif lokal. Sehingga fesyen Indonesia bisa menjadi kiblat dunia.

Menparekraf Arief Yahya, mengatakan, ekonomi kreatif memiliki tanggungjawab besar untuk menginkubasi perhelatan mode terbesar Indonesia pada dunia international.”Event ini akan menjadi magnet para turis. Kami harapkan akan menarik 100 ribu wisatawan datang ke Indonesia Fashion Week ini,” kata Arief, dalam sambutannya di IFW 2015 di JCC, Kamis (26/2).
Menurutnya, selama ini sumbangan ekonomi kreatif terhadap penerimaan negara sekitar 7 persen atau sekitar Rp 600 triliun. Jumlah tersebut sebesar 3 persen disumbangkan dari industri fashion dengan total penerimaan Rp 200 triliun pertahun. Dari besarnya jumlah tersebut, dipastikan merektrut tenaga kerja jumlahnya empat juta, dan unit usahanya satu juta.
- “D-8 Halal Expo Indonesia 2026”, Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Mendorong Ekonomi Halal
- BSI Catat Penjualan Emas Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Kenaikan Harga
- Musim Dingin di Palestina, BMM Kirim Relawan Untuk Distribusi Bantuan Kemanusiaan
- CIMB Niaga Luncurkan CIMB Private Wealth, Standar Baru Pengelolaan Kekayaan Nasabah HNWI
Sementara Menteri Perdagangan Rachmat Gobel yang hadir pada pembukaan IFW ini, berharap produk fashion Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tapi juga di negara ASEAN.
Menurutnya, Indonesia Fashion Week yang digelar setiap tahun ini dapat dijadikan tempat membangun semangat industri fesyen Indonesia berkualitas yang dapat menjadi produk global. fesyen Indonesia dapat merambah ke negara lainnya.. “Kekayaan budaya dari Sabang sampai Merauke jadi modal kuat. Saya rasa hanya di Indonesia yang punya batik, songket, tenun yang beretnik beda satu sama lain,” kata Rachmat.
Sementara Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf mengapreasikan IFW ini sebagai sarana strategis menyokong Indonesia menjadi kiblat mode dunia pada 2015. “Mode adalah mata uang yang harus diperjuangkan nilainya,” kata Triawan.
Triawan juga berharap jumlah pengunjung yang ditargetkan 100 ribu pada perhelatan IFW 2015 ini bisa tercapai. Bahkan, Triawan meramalkan akan lebih seratus ribu pengunjung baik dari Jakarta, daerah dan wisatawan mancanegara (wisman).
Ketua Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Taruna Kusmayadi, mengatakan, lewat ajang IFW diharapkan para entrepreneur yang bergerak di industri fashion Indonesia dapat dikenal baik di dalam negeri maupun international. Juga dukungan pemerintah diharapkan tidak berhenti sebatas penyelengaraan acara ini saja. Tetapi terus memotori para pelaku industri kreatif, sehingga dapat memiliki kesempatan lebih luas lagi untuk melebarkan usahanya demi kemajuan bangsa.
“Dengan dibukanya Indonesia Fashion Week 2015 ini, diharapkan dapat mengembangkan industri produk lokal dan meningkatkan kreativitas para desainer untuk siap menembus pasar international,” kata Taruna.
Perhelatan mode yang digelar hingga 1 Maret 2015 mengkolaborasikan fashion mode, bazaar, takshow dan seminar industri fashion. Beberapa perancang yang andil dalam IFW diantaranya Ivan Gunawan, Mega Safira, Rani Hatta, Ryanne Putri Sutisna dan juga disainer sejumlah negara seperti Korea Selatan. Total ada 747 peserta yang memamerkan kreasi produk lokal pada ajang IFW yang digelar keempat kalinya ini.

