Untuk bisa menjalankan pembangunan yang berkesinambungan, maka Indonesia harus mempunyai pasar keuangan yang berketahanan. Namun bagaimanakah caranya menciptakan pasar keuangan berketahanan tersebut?

Indonesia mempunyai potensi yang bagus untuk mengembangkan perekonomiannya secara lebih berkesinambungan. Namun sayangnya, pasar keuangan di Indonesia yang kurang dalam, sehingga menyebabkan terbatasnya pendanaan guna mendukung pembangunan yang berkesinambungan.
“Indonesia harus mempunyai pasar keuangan yang berketahanan terhadap gejolak, supaya bisa mendukung ketersediaan dana yang berkesinambungan untuk pembangunan,” kata Gubernur Bank Indonesia – Agus Martowardojo pekan lalu dalam momen penandatanganan Nota Kesepahaman terkait Pendalaman Pasar Keuangan untuk Mendukung Pembiayaan Pembangunan Nasional antara Menteri Keuangan, Gubernur BI dan Ketua Dewan Komisioner OJK.
Menurut Agus Martowardojo, pasar keuangan yang berketahanan tersebut adalah sangat penting, karena Indonesia saat ini masih tertinggal dibandingkan beberapa negara lain di Asia.
- CIMB Niaga Business Summit 2026 Usung Vision Made Possible Dukung Perusahaan Indonesia Tumbuh Berkelanjutan
- Prudential Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa PRUCare 360 Syariah
- Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak Signifikan, Tembus Rp1,9 Triliun
- BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
Pembiayaan untuk pembangunan sangatlah diperlukan bagi Indonesia saat ini, guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berkesinambungan, dan inklusif. Terkait dengan hal tersebut, pasar keuangan yang dalam, aktif, likuid, inklusif, dan efisien adalah prasyarat untuk meningkatkan ketersediaan dana bagi pembangunan. Hal ini bisa dicapai melalui mekanisme pasar keuangan, meningkatkan efektivitas implementasi kebijakan fiskal dan moneter serta menyediakan sarana manajemen risiko dan likuiditas bagi pelaku usaha. Oleh karena itu, kesepahaman dan koordinasi yang erat antara lembaga sangatlah diperlukan dalam upaya percepatan pengembangan dan pendalaman pasar keuangan di Indonesia.
“Pasar keuangan yang dalam dan likuid seperti kita cita-citakan masih jauh dari harapan kita. Karena itu, saya berharap Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan dapat menjadi langkah awal, agar pasar keuangan nasional dapat menyamai, bahkan mengungguli negara lain,” demikian tegas Agus Martowardojo, Gubernur Bank Indonesia.

