Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) kembali menggelar pameran buku di Gelora Bung Karno (GBK) mulai 1-9 November 2014 di Senayan Jakarta. Pameran buku kali ini bertarap international yaitu Indonesia International Book Fair (IIBF) dengan menghadirkan tamu kehormatan Arab Saudi.

“IIBF kali ini akan menjadi diplomasi budaya dengan tidak hanya memperkenalkan koleksi bahan pustaka, namun juga memperkenalkan program pendidikan, seni, budaya dan pariwisata negara tamu kehormatan. Dan tahun ini adalah Arab Saudi,” kata Lucya Andam Dewi, Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) dalam konferensi pers yang diterima MySharing, Rabu (29/10).
Menurutnya, potensi pasar Indonesia dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia menjadi daya tarik Arab Saudi untuk mengikuti pameran buku international ini. Dalam pameran nanti, Arab Saudi akan memamerkan karya negaranya terutama buku dan budaya.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa Ibrahim Al-Mubarak menyatakan, hadirnya Arab Saudi sebagai tamu kehormatan di IIBF 2014 memperkokoh hubungan Arab Saudi dengan negara berpenduduk Islam terbesar di dunia ini, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Sementara Atase Pendidikan dan Kebudayaan Arab Saudi untuk Indonesia dan Malaysia berpusat di Malaysia, Zayed O. Al-Harethi mengungkapkan, sebagai negara yang menjadi tamu kehormatan pertama di IIBF, Arab Saudi benar-benar ingin memberikan beragam informasi mengenai pendidikan dan kebudayaannya.
“Diharapkan kehadiran Arab Saudi dapat memberi landasan strategis bagi penyelenggaraan IIBF di tahun-tahun yang akan datang. Arab Saudi benar-benar menginginkan kemeriahan di IIBF 2014,” kata Zayed.
Sebagai tamu kehormatan, Arab Saudi juga akan menempati area terdepan IIBF dengan menyuguhkan beragam kegiatan menarik serta pembagian kitab yang paling berharga bagi mayoritas penduduk Indonesia, yakni Al-Quran , air Zam-zam, dan kurma pada saat pameran berlangsung.
“Selain itu, tersedia juga hadiah berupa pembiayaan ibadah haji dan umrah gratis dengan pelayanan penuh bagi pemenang perlombaan yang digelar oleh Arab Saudi saat pameran berlangsung,” ujar Zayed.
Pemerintah Arab Saudi juga akan mendatangkan ulama dari Mekkah dan Madinah untuk memberikan tausiyah serta beragam acara Islami yang diadakan di area pameran untuk negara itu. Negara ini juga berencana menampilkan film perluasan Mekkah dan Madinah.
IIBF 2014 diikuti oleh 87 peserta terdiri dari penerbit, toko buku, perpustakaan dan lembaga kebudayaan dan pendidikan, media massa, serta industri lainnya dari dalam negeri dan mancanegara. Tidak hanya Arab Saudi, sepuluh negara lain turut meramaikan acara ini yaitu Indonesia, Jepang, Korea, China, Singapura, Mesir, Malaysia, Pakistan, Kanada dan Taiwan.”Animo masyarakat tahun lalu tinggi, maka kali IKAPI membuat pameran yang international,” kata Lucya.
Lebih lanjut Lucya menuturkan, bahwa IIBP memiliki arti yang sangat penting bagi Indonesia.Karena kegiatan international yang diselenggarakan oleh IKAPI ini merupakan event international pertama yang menjadi satu program “Road to Indonesia as the Guest of Honor Frankfurt Book Fair 2015”.
Menurutnya, Frankfurt Book Fair merupakan pameran buku terbesar di dunia. Sebagai “Tamu Kehormatan”, Indonesia bisa memperkenalkan karya-karya kreatif para penulis, seni, budaya dan pariwisata kepada masyarakat internasional.
“Tahun-tahun sebelumnya, pameran buku ini dikenal masyarakat dengan nama Indonesia Book Fair. Seiring dengan meningkatnya minat peserta dari mancanegara, Indonesia Book Fair pun bertransformasi menjadi Indonesia International Book Fair,” tegas Lucya.
IIBF 2014 mengangkat tema ‘Read Books See The World’. Selain menampilkan beragam buku dan bahan bacaan dengan harga terjangkau, IIBF juga dilengkapi dengan Indonesia Rights Fair, untuk mewadahi transaksi penjualan copy rights karya-karya kreatif para penulis antar negara.
Adapun tujuan Indonesia Book Fair 2014 adalah :
- One Stop Booktainment, mejadi pusat promosi buku berbesa dan terlengkap di Indonesia serta pusat kegiatan literasi untuk berbagai kalangan yang dikemas secara menghibur dengan tetap mengutamakan nilai-nilai edukasi dan menginspirasi.
- Sarana untuk memperkenalkan perkembangan-perkembangan di bidang perbukuan dan perpustakaan kepada masyarakat.
- Sarana untuk mengkampanyekan gerakan gemar membaca dan gerakan mengunjungi perpustakaan.
- Sarana berkomunikasi dan berinteraksi langsung antara masyarakat pencinta buku dengan penggiat industri perbukuan dan para pustakawan.
- Sebagai ajang promosi dan penjualan bagi pelaku industri perbukuan, sarana pendidikan dan industri pendukungnya.
- Sebagai tempat berkumpulnya para komunitas, pecinta dan penikmat buku (literasi) untuk meningkatkan kompetensi dan mengembangkan kreativitas.

