Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan the 1st Organization Islamic Conference (OIC) International Forum on Islamic Tourism pada tanggal 2-3 Juni 2014 mendatang. Forum ini menjadi tindaklanjut dari pertemuan para Menteri Pariwisata negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Banjul, Gambia pada tanggal 6 Desember 2013 lalu. Salah satu inisiasinya adalah penyelenggaraan forum yang akan membahas pengembangan wisata syariah di antara negara anggota OKI.
Wakil Menteri Pariwisata, Sapta Nirwandar, mengatakan maksud dan tujuan penyelenggaraan Forum Internasional Wisata Syariah yaitu menjelaskan bahwa wisata syariah adalah salah satu kunci sukses dalam mendukung ekonomi global, mengarusutamakan wisata syariah dalam mendukung pembangunan pariwisata global, mengidentifikasi potensi bisnis yang terdapat dalam produk wisata syariah, dan meningkatkan kerja sama antara negara-negara OKI khususnya dalam meningkatkan pengembangan wisata syariah.
“Forum ini juga diharapkan dapat mempromosikan destinasi wisata syariah dan produk-produknya seperti hotel, paket perjalanan wisata, rumah makan dan spa,” kata Sapta dalam konferensi pers jelang the 1st Organization Islamic Conference (OIC) International Forum on Islamic Tourism di Hotel Borobudur, Senin (12/5).
Selain itu, tambahnya, forum ini juga diharapkan dapat memacu para industri wisata syariah utuk melihat besarnya potensi bisnis yang terkandung dalam pariwisata berbasis syariah “Dalam forum tersebut pun nantinya tidak hanya mengenai government to government, tetapi juga membuka peluang business to business dan business to government,” kata Sapta.
Wisata syariah Indonesia juga sudah memiliki pedoman bekerjasama dengan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) dan para pemangku kepentingan wisata lainnya. “Untuk sertifikasi kami bekerja sama dengan DSN MUI,” ujar Sapta. Ia mengakui Indonesia sebagai negara dengan mayoritas populasi muslim baru-baru ini membuat pedoman wisata syariah, tapi hal itu dinilainya lebih baik daripada tidak sama sekali.
Jumlah hotel syariah pun bertambah salah satunya dengan didirikannya hotel syariah di Solo beberapa waktu lalu. Sejumlah daerah juga dijadikan sebagai destinasi wisata syariah, diantaranya Aceh, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali dan Nusa Tenggara Barat
