Asosiasi Hotel dan Restoran Syariah Seluruh Indonesia (Ahsin) memiliki target menjadikan Indonesia sebagai destinasi utama paket wisata syariah dunia. Dengan potensi wisata yang begitu besar dan mayoritas penduduknya adalah Muslim menjadi ujung tombak dalam mengembangkan paket wisata syariah Tanah Air.
Ketua Umum Ahsin, Riyanto Sofyan, mengatakan kendati dari segi posisi wisata syariah Indonesia masih di bawah Malaysia dan Uni Emirat Arab, Indonesia tetap punya potensi besar dengan penduduk mayoritas Muslim dan pertumbuhan ekonomi yang positif. Perhelatan the 1st Organization Islamic Conference (OIC) International Forum on Islamic Tourism yang digelar di Jakarta pada 2-3 Juni 2014 menjadi salah satu momen penting yang sayang untuk dilewatkan.
Riyanto mengungkapkan melalui acara tersebut diharapkan bisa memunculkan agenda berkelanjutan, sehingga dapat menjadikan Indonesia sebagai destinasi utama wisata syariah. Ia memaparkan jika Organisasi Konferensi Islam punya beberapa sekretariat di beberapa negara untuk bidang sosial dan keuangan, maka Indonesia diharapkan menjadi pusat destinasi paket wisata syariah. “Jadi ada quantum leap supaya eksistensi kita yang friendly terhadap wisatawan Muslim bisa dipromosikan,” pungkas Riyanto dalam konferensi pers Rapat Pimpinan Nasional Ahsin di Hotel Sofyan, Jumat (16/5). Ia mengklaim duta besar Arab Saudi pun mendukung Indonesia untuk menjadi leader wisata syariah.
Dan, harapan Riyanto terwujud, konferensi tersebut malah menghasilkan komunike bersama dan rekomendasi untuk pengembangan wisata syariah di antara negara-negara OKI. Yogie Respati dari MySharing membuat kiputan khusus mengenai konferensi tersebut yang dirangkum dalam berita-berita ini:
- CIMB Niaga Gaungkan The Cooler Earth 2025, Ajak Masyarakat Partisipasi Gerakan Keberlanjutan
- BSI Siapkan Promo Beli Emas Sekaligus Berdonasi
- CIMB Niaga Syariah Akan Menjadi Salah Satu Pilar Penting dalam Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional
- CIMB Niaga Gelar Workshop dan Kelas Jurnalisme Inspiratif, Dorong Peningkatan Kompetensi Jurnalis
Konferensi Internasional Wisata Syariah Hasilkan 13 Rekomendasi
Sinergi Terpadu Untuk Wisata Syariah
OKI Sepakati Standar Minimum Wisata Syariah
Wisata Syariah Sebagai Paradigma Etika Baru
Otentisitas dan Akomodatif Bagi Pengembangan Wisata Syariah
Wisata Syariah Lebih Potensial
OJK Dorong Inovasi Produk Wisata Syariah
Saat ini memang sudah terjadi pergeseran paradigma mengenai wisata syariah. Jika dulu paket wisata syariah dipandang hanya sebatas wisata ziarah dan religi dengan mengunjungi pesantren atau masjid. Namun seiring waktu, pandangan mengenai wisata syariah mulai bergeser dengan tidak hanya sebatas wisata religi semata. “Islamic tourism relatif adalah wisata biasa seperti wisata alam, wisata budaya, wisata belanja dan kuliner tapi dibingkai dengan nilai-nilai islami, yang tujuannya wisatawan muslim bisa berkunjung dengan nyaman. Jadi pada dasarnya paket wisata syariah adalah produk jasa dengan destinasi yang kondusif dengan nilai-nilai Islami,” jelas Riyanto.
Setidaknya paket wisata syariah harus dapat menyediakan makanan-minuman yang terjamin kehalalannya, dan kemudahan bersuci dan beribadah. Kini ada 12 provinsi yang ditetapkan menjadi destinasi paket wisata syariah, di antaranya adalah Aceh, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Yogyakarta dan Lampung.
[su_video url=”http://mysharing.co/cdn/multimedia/wisatasyariah.flv” poster=”http://mysharing.co/htttp:/mysharing.co/wp-content/uploads//2014/06/wisatasyariahi640.jpg” title=”Indonesia Sebagai Destinasi Wisata Syariah (Video)” width=”640″ height=”480″]
Download video di atas hanya dengan mengisi formulir di bawah ini. Format video= FLV dan besaran file = 5 MB.
[contact-form-7 id=”4142″ title=”Download Video Wisata Syariah”]
Atau lihat Slide Shownya:
[metaslider id=4234]
Download slide show di atas hanya dengan mengisi formulir di bawah ini. Format = PDF dan besaran file = 633KB.
[contact-form-7 id=”4242″ title=”Download Slide Wisata Syariah”]
Lihat juga infografisnya di sini.

