Menteri Keuangan – Bambang Brodjonegoro memperkirakan, ke depan ini akan terjadi masa transisi, dari booming ekonomi & barang komoditas, menuju ke booming infrastruktur.

Bambang Brodjonegoro lalu menambahkan, saat ini infrastruktur bukan lagi kegiatan yang hanya dilaksanakan oleh pemerintah. Melainkan Infrastruktur sekarang ini sudah menjadi bisnis yang besar dan berdiri sendiri.
“Ke depan, Indonesia tidak lagi hanya mempromosikan bisnis tambang dan perkebunan kepada investor, karena bidang infrastruktur merupakan peluang bisnis yang tepat. Infrastruktur harus jadi pilihan bisnis bagi pengusaha indonesia maupun pengusaha asing yang mau berbisnis di Indonesia,” tambah Bambang Brodjonegoro lagi.
- CIMB Niaga Business Summit 2026 Usung Vision Made Possible Dukung Perusahaan Indonesia Tumbuh Berkelanjutan
- Prudential Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa PRUCare 360 Syariah
- Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak Signifikan, Tembus Rp1,9 Triliun
- BSI Perkuat Ekosistem Wakaf Produktif, Dorong Potensi Rp180 Triliun Jadi Kekuatan Ekonomi Umat
Melihat potensi booming infrastruktur di masa depan tersebut, Bambang Brodjonegoro merasa perlu guna mengajak para pengusaha besar barang komoditas di Indonesia, untuk mulai beradaptasi ke bisnis infrastruktur. Misalnya, pengusaha batubara dapat masuk ke industri hilirnya, yaitu dengan beralih ke pembangkit listrik tenaga batubara. Kemudian, pengusaha tambang dapat masuk ke industri smelter ataupun produk lanjutannya, seperti industri besi dan baja.
“Produksi komoditas tetap harus dijaga dan ditingkatkan outputnya, namun bukan untuk orientasi ekspor atau dijual langsung, tetapi untuk menjadi input proses produksi selanjutnya,” demikian ujar Bambang P.S. Brodjonegoro – Menteri Keuangan R.I.

