Aksi tari Gendang Beleq, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). NTB adalah salah satu destinasi primadona wisata halal. Foto: The Lombok Guide

Indonesia Targetkan Sebagai Destinasi Halal #1 Dunia

[sc name="adsensepostbottom"]

Dengan 5 juta kunjungan pada 2017.

Road map pengembangan pariwisata halal mulai disusun. Target pun ditetapkan, Indonesia sebagai nomor 1 tujuan wisata halal dunia.

Dengan target ini, maka, diincar sebanyak 5 juta kunjungan wisata halal pada 2017. Menurut Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisaya Halal Riyanto Sofyan, pada 2015, wisatawan halal masuk Indonesia hanya 1,8 kunjungan, di bawah target yang 2,2 juta. Than 2016 ditargetkan naik ke 2,6 juta kunjungan.

“Menurut global Muslim travel index (GMTI), daya saing pariwisata halal kita masih di ranking 4 pada tahun lalu. Kami menargetkan bisa menjadi ranking 1 pada 2019 dan akan diupayakan menjadi ranking 1 pada 2017,” ujarnya dalam jumpa pers di Kementerian Pariwisata, Kamis (25/8/2016) sebagaimana dilansir dari Bisnis.com.

Guna merealisasikan hal tersebut, Riyanto mengatakan pada tahun fokus pengembangan akan dilakukan pada tiga destinasi wisata halal yakni Lombok, Aceh dan Sumatera Barat.

Mulai tahun depan juga, pengembangan akan diperluas dengan tambahan tujuan destinasi lainnya Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Riau & Kepulauan Riau, Jawa Tengah,

Untuk mendapatkan posisi unggul sebagai destinasi halal, Indonesia harus memenuhi ada 11 kriteria yang bermuara pada aspek atraksi, amenitas, aksesibilitas.

Misalnya atraksi yang ramah dan cocok dengan keluarga, fasilitas amenitas yang ramah bagi wisatawan muslim serta kemudahan berkomunikasi dan bandara yang ramah lingkungan.

Untuk atraksi, Indonesia telah mencapai target sejumlah 15 atraksi. Namun aspek aspek lain masih perlu digenjot, misalnya akomodasi yang memenuhi syarat masih berjumlah 25 dari target 250, dan restoran yang tersertifikasi hanya ada 155 dari target 500.

[bctt tweet=”Investor Arab tertarik bangun wisata halal di Indonesia!” username=”my_sharing”]

Investasi Asing
Indonesia mulai menarik bagi investasi di bidang pariwisata halal ini. “Sudah ada investor dari Saudi Arabia yang berkomitmen membangun halal beach friendly di Meninting di Kawasan Pesisir Senggigi Barat. Sekarang sedang tahal detail engineering design,” kata Riyanto lagi..

Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kemenpar Lokot Ahmad Enda menuturkan selama ini kalangan industri pelaku memang sudah mulai bergerak mengambil peluang pariwisata halal.

Akan tetapi gerakan tersebut belum dilakukan secara kolektif. Indonesia kalah cepat dengan Thailand dan Malaysia yang sudah sejak belasan tahun lalu menyiapkan pariwisata halalnya.

“Sekarang pemerintah pusat dan daerah juga memfasilitasi sertifikasi halal bagi hotel, restoran dan makanan. Dulu bisa dibilang masih kurang sadar akan potensinya, tetapi kami lihat industri juga sudah mulai merespon dengan baik dan bergerak merebut peluang wisata halal ini,” ujarnya.

Pasar wisata halal memiliki potensi yang sangat besar, yakni USD116 miliar, dan akan tumbuh USD180 miliar pada 2020.