Industri Busana Muslim Dapat Tumbuh Dobel Digit

[sc name="adsensepostbottom"]

Euromonitor International menilai pasar busana muslim global akan tumbuh nyaris dobel digit dalam jangka menengah.

Fesyen MuslimAnalis Riset Euromonitor International Natalia Gorzawski, mengatakan dalam jangka pendek akan menguntungkan bagi pengusaha untuk berinvestasi di merek lokal yang sudah ada atau bekerjasama dengan desainer busana muslim untuk menciptakan label baru. “Namun, membuat merek baru membutuhkan riset yang solid di pasar lokal dan sumber dana untuk mengembangkan proses manufaktur dan rantai suplai yang bisa menjamin kesesuaian dengan standar halal yang telah diterima secara luas,” kata Gorzawski, dilansir dari laman abc, Jumat (28/8).

Ia menambahkan untuk mengeksploitasi seluruh potensi konsumen busana muslim, terutama di negara berkembang, produsen perlu membuat lini busana yang terjangkau sehingga dapat memenuhi permintaan pasar yang besar dan tidak hanya membidik konsumen yang minoritas. Gorzawski pun tak heran jika perusahaan multinasional masih kesulitan masuk ke pasar tersebut. Baca: Merek Global Berlomba Rebut Pasar Muslim

Gorzawski memaparkan pada 2013, 57 negara anggota Organisasi Konferensi Islam mencatat pangsa pasar sebesar tujuh persen dalam penjualan busana dan alas kaki. Pada 2018 Euromonitor International memperkirakan pangsa pasarnya akan naik menjadi lebih dari sembilan persen. “Dengan sekitar dua miliar jiwa muslim di seluruh dunia, atau hampir 30 persen dari populasi global, maka target pasar itu akan sulit untuk dilepaskan,” tukas Gorzawski.

Berdasar perhitungan Euromonitor International, pada 2014 pangsa pasar busana negara anggota OKI mencapai 7,9 persen. Di tahun ini perkiraannya meningkat hingga 8,1 persen, pada 2016 naik menjadi 8,4 persen, pada 2017 mencapai 8,8 persen dan pada 2018 hingga 9,1 persen. “Arus urbanisasi yang pesat di negara mayoritas muslim telah membuat portofolio produk semakin beragam dan ritel juga menampilkan tren busana global,” jelas Gorzawski. Baca: Zaskia Mecca Luncurkan Busana Muslim Berlabel ‘BIA’

Menurutnya, kini sudah banyak muslimah yang menginginkan gaya busana modern tetapi masih sesuai dengan tuntunan syariat Islam. “Muslimah modern, baik yang ada di Turki atau Uni Emirat Arab, ingin mengenakan pakaian dengan corak, bahan dan aksesoris yang sama dengan yang sedang populer di Amerika dan Eropa Barat,” pungkas Gorzawski.