Di tengah pelemahan ekonomi global, neraca perdagangan Indonesia Agustus 2015 masih tercatat surplus USD 433,8 juta, sehingga periode Januari- Agustus 2015 mencapai surplus USD 6,2 miliar.

“Surplus neraca perdagangan selama delapan bulan di tahun 2015 ini menunjukkan pencapaian neraca perdagangan yang jauh lebih baik dibanding neraca perdagangan tahun lalu yang mengalami defisit,” ujar Menteri Perdagangan R.I. – Thomas Lembong, pada konferensi pers hari ini, Rabu (16/9/2015), di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.
Surplus neraca perdagangan Januari-Agustus 2015 ditopang oleh surplus perdagangan non migas USD 10,8 miliar. Sementara neraca perdagangan migas defisit USD 4,6 miliar.
- Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Poin Haji Berkah Tahap 3
- BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
- BCA Syariah Luncurkan BSya Digital Membership Card Ivan Gunawan Prive dan Mandjha
- CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO
Menurut Thomas Lembong, kinerja ekspor nonmigas Indonesia pada bulan Agustus 2015 mengalami kenaikan menjadi USD 11,2 miliar, atau naik 11,2% dibandingkan Juli 2015. Pertumbuhan ekspor nonmigas terbesar bulan Agustus 2015 didorong oleh peningkatan ekspor ke negara tujuan ekspor utama, antara lain Taiwan (40,7%), Filipina (22,1%), Korea Selatan (21,2%), Singapura (14,8%), dan Amerika Serikat (14,1%).
Sedangkan, selama Januari-Agustus 2015 pertumbuhan ekspor nonmigas yang masih tumbuh positif, antara lain Arab Saudi 23,8% (YoY), Vietnam (13,5%), Filipina (4,1%), Korsel (2,4%), dan India (1,5%).

