Di tengah pelemahan ekonomi global, neraca perdagangan Indonesia Agustus 2015 masih tercatat surplus USD 433,8 juta, sehingga periode Januari- Agustus 2015 mencapai surplus USD 6,2 miliar.

“Surplus neraca perdagangan selama delapan bulan di tahun 2015 ini menunjukkan pencapaian neraca perdagangan yang jauh lebih baik dibanding neraca perdagangan tahun lalu yang mengalami defisit,” ujar Menteri Perdagangan R.I. – Thomas Lembong, pada konferensi pers hari ini, Rabu (16/9/2015), di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta.
Surplus neraca perdagangan Januari-Agustus 2015 ditopang oleh surplus perdagangan non migas USD 10,8 miliar. Sementara neraca perdagangan migas defisit USD 4,6 miliar.
- CIMB Niaga Syariah Luncurkan Program Jumat Baik, Perkuat Komitmen Melangkah Sesuai Kaidah
- Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Volume Transaksi Ziswaf 24,75% via Muamalat DIN
- BSI Fest Ramadan 2026 Digelar di 9 Kota Besar, Tawarkan Diskon Umroh
- Prudential Syariah Luncurkan PRUHeritage Syariah Essential Plan USD, Nilai Proteksi Meningkat hingga 150%
Menurut Thomas Lembong, kinerja ekspor nonmigas Indonesia pada bulan Agustus 2015 mengalami kenaikan menjadi USD 11,2 miliar, atau naik 11,2% dibandingkan Juli 2015. Pertumbuhan ekspor nonmigas terbesar bulan Agustus 2015 didorong oleh peningkatan ekspor ke negara tujuan ekspor utama, antara lain Taiwan (40,7%), Filipina (22,1%), Korea Selatan (21,2%), Singapura (14,8%), dan Amerika Serikat (14,1%).
Sedangkan, selama Januari-Agustus 2015 pertumbuhan ekspor nonmigas yang masih tumbuh positif, antara lain Arab Saudi 23,8% (YoY), Vietnam (13,5%), Filipina (4,1%), Korsel (2,4%), dan India (1,5%).

