Deputi Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia – Hestu Wibowo menjelaskan, bahwa inflasi April 2014 menunjukkan tren penurunan yang terus berlanjut. “Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan April mencatat deflasi sebesar -0,02% (mtm) atau 7,25% (yoy), kembali menurun dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya yakni 0,08% (mtm) atau 7,32 % (yoy). Berlanjutnya tren penurunan tekanan inflasi tergambar dari inflasi IHK, baik inflasi secara bulanan maupun tahunan, yang terus menurun sejak Januari 2014,” papar Hestu dalam Siaran Pers Bank Indonesia yang diterima Sharing.

Lebih lanjut dijelaskan Hestu, deflasi pada bulan April terutama didorong oleh kelompok volatile food yang mencatat deflasi cukup tajam dibandingkan dengan rata-rata dalam enam tahun terakhir akibat melimpahnya pasokan karena panen, terutama komoditas beras, bawang merah, cabai merah dan cabai rawit.
Sementara itu, inflasi kelompok inti masih terkendali didukung oleh relatif stabilnya nilai tukar rupiah serta minimalnya tekanan dari harga global. Sejalan dengan itu, tekanan inflasi administered prices pada bulan ini juga masih terjaga.
Menurut Hestu, Bank Indonesia sendiri menilai, inflasi sampai April 2014 masih positif bagi pencapaian sasaran inflasi 4,5±1% pada 2014 dan 4,0±1% pada 2015. Namun, Bank Indonesia tetap mencermati berbagai risiko, seperti potensi meningkatnya harga pangan akibat mulai masuknya musim kemarau di beberapa daerah dan adanya indikasi kemungkinan terjadinya El Nino pada semester II 2014.
- CIMB Niaga Syariah Luncurkan Program Jumat Baik, Perkuat Komitmen Melangkah Sesuai Kaidah
- Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Volume Transaksi Ziswaf 24,75% via Muamalat DIN
- BSI Fest Ramadan 2026 Digelar di 9 Kota Besar, Tawarkan Diskon Umroh
- Prudential Syariah Luncurkan PRUHeritage Syariah Essential Plan USD, Nilai Proteksi Meningkat hingga 150%
“Untuk itu, Bank Indonesia secara konsisten akan menempuh kebijakan dalam rangka mengelola inflasi dan meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah,” papar Hestu saat menutup siaran pers BI.*

