BI mempertahankan suku bunganya tetap di level 7,5%. Apa dasar pertimbangannya?

Selain itu, BI juga mempertahankan suku bunga fasilitas kredit (lending facility) di angka 8% dengan suku bunga deposito 5,5%.
Menurut Gubernur BI – Agus Martowardojo, Agus Martowardojo engatakan keputusan BItuk mempertahankan BI Rate dan Lending Facility dilatarbelakangi dari terkendalinya inflasi di Juli meskipun pada bulan tersebut harga barang-barang sempat melonjak akibat perayaan Idul Fitri.
- CIMB Niaga Syariah Perluas Akses Layanan Perbankan Syariah di Bogor, Resmikan Digital Branch
- CIMB Niaga Syariah Luncurkan Program Jumat Baik, Perkuat Komitmen Melangkah Sesuai Kaidah
- Bank Muamalat Catat Pertumbuhan Volume Transaksi Ziswaf 24,75% via Muamalat DIN
- BSI Fest Ramadan 2026 Digelar di 9 Kota Besar, Tawarkan Diskon Umroh
Lebih lanjut dijelaskan Agus, keputusan tersebut sejalan dengan upaya untuk menjaga agar inflasi berada pada kisaran sasaran inflasi plus minus 4% di 2015 dan 2016.
“Fokus kebijakan BI dalam jangka pendek akan diarahkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidaksabilan ekonomi Global,” papar Agus lagi.
Ditambahkan Agus Martowardojo, bauran kebijakan BI secara konsisten tetap diarahkan pada upaya menjaga stabilitas makroekonomi, di tengah berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global, serta menjaga pertumbuhan ekonomi melalui implementasi kebijakan makroprudensial yang akomodatif.
Agus lalu menuturkan, BI juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah tidak hanya dalam mengendalikan inflasi dan defisit transaksi berjalan, tetapi juga dalam mempercepat stimulus fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
“BI mendukung upaya pemerintah untuk mempercepat realisasi proyek-proyek infrastruktur dan melanjutkan berbagai kebijakan struktural untuk menumbuhkan optimisme pelaku ekonomi terhadap perbaikan prospek ekonomi Indonesia,” demikian Agus Martowardojo – Gubernur BI.

