Nilai ekonomi dari wisata halal sangat besar. Untuk meningkatkan nilai tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan misi penjualan (sale mission) paket wisata halal.

Pada Oktober 2015, Kemenparekraf mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 8.017.598 orang atau naik 3,38 persen dari periode yang sama tahun lalu. ”Hingga akhir tahun ini, diprediksi 10 juta wisman yang ditargetkan bisa terpenuhi,” kata Arief, di Jakarta, Rabu pekan lalu. Baca: Kemenparekraf Targetkan 20 Persen Wisman Wisata Halal.
Lebih lanjut Arief menyampaikan, devisa pariwisata dari wisman ditargetkan bisa mencapai Rp 172 triliun dengan angka kunjungan dipatok minimal 12 juta orang pada tahun 2016. Kontribusi pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional diproyeksikan akan meningkat menjadi 5 persen dan jumlah lapangan kerja yang diciptakan menjadi 11,7 juta tenaga kerja.
Sementara itu, untuk memperkenalkan destinasi pariwisata dan paket-paket wisata halal terbaru dan menarik di Indonesia, Kemenparekraf juga melakukan misi penjualan (sales mission) ke kota-kota besar di sejumlah negara sebagai sumber wisman utama.
Menurut Arief, kegiatan sale mission tersebut dilakukan untuk meningkatkan penjualan paket wisata dan meningkatkan rasa percaya diri kepada industri pariwisata nasional. ”Keberadaan pemerintah bersama para pelaku bisnis akan memberikan kepercayaan yang lebih dalam upaya mengembangan wisata halal di Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, menuturkan, nilai ekonomi dari wisata halal sangat besar. Hal ini karena melibatkan banyak pihak dalam industri pariwisata.
Muliaman menjelaskan, wisata halal itu melibatkan industri transportasi, akomodasi, kuliner, industri kreatif, dan wisata religi. Selain itu, banyak objek sejarah yang bisa dikunjungi keluarga Muslim, seperti di Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). Tentu sejarah Islam di Lombok tersebut harus dipikirkan oleh pelaku usaha dan pemerintah daerah.
”Perlu dipikirkan manfaat apa yang bisa diperoleh untuk kesejahteraan masyarakat. Setelah mencoba memahami apa nilai ekonomi dari Islamic Toursim dan Lombok sebagai destinasinya, tentu saja besar manfaatnya,” papar Muliaman.
[bctt tweet=”Devisa #pariwisata ditargetkan mencapai Rp 172 triliun tahun ini, dari 12 juta wisman. “]
Apalagi, lanjut dia, kelas menengah Muslim di Indonesia semakin berkembang dan bertambah mencapai 50 juta-70 juta jiwa. Selain itu, wisata halal sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok. ”Saya pikir, daripada liburan ke Singapura dan Hong Kong yang tidak jelas. Kan lebih baik mengajak keluarga keliling memahami sejarah Islam. Ya tentu diperlukan pengemasan dan perbaikan terhadap objek wisata halal tersebut,” tandasnya. Baca: MUI Minta Pemerintah Tingkatkan Promosi Wisata Halal.

