[sc name="adsensepostbottom"]
Pada januari 2020, pemerintah menarik utang baru, sebesar Rp 68,2 T padahal defisit APBN hanya Rp 36,1 T. Ini sengaja menarik lebih banyak untuk masuk ke cadangan devisa, untuk menguatkan rupiah agar #Rupiah terlihat kuat terus.
Sulit dipungkiri jatuhnya nilai tukar Rupiah terhdap Dolar adalah salah satu pendorong keras #KrisisEkonomi.
Ini seperti doping dan utang yang ditarik adalah #UtangRiba. Utang riba untuk mendoping Rupiah, agar Rupiah terlihat kuat, sampai kapan bertahan?
Ini pemaparan Prof. Dr. Anthony Budiawan, Direktur Political Economy and Policy Studies (PEPS) pada “Opposition Leaders Economic Forum” di Perpusnas, Jakarta, Jumat (13/3).
Terkait
- Perkuat Ekosistem Haji, Bank Muamalat Gandeng Harakah Majelis Taklim Edukasi Perencanaan Keuangan Syariah
- CIMB Niaga Business Summit 2026 Usung Vision Made Possible Dukung Perusahaan Indonesia Tumbuh Berkelanjutan
- Prudential Syariah Luncurkan Asuransi Jiwa PRUCare 360 Syariah
- Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak Signifikan, Tembus Rp1,9 Triliun
Selengkapnya bisa dilihat di video di bawah ini

