Pergulatan di Palestina yang disebabkan beberapa faktor menjadi pusat perhatian dunia. Faksi-faksi di Palestina harus membangun persatuan mengedepkan terwujudkan kemerdekaan Palestina.

Menurut Luthfi, ada beberapa faktor yang menyebabkan dunia begitu perhatian kepada Palestina. Pertama, karena rasa kemanusiaan. Orang melihat kasian pada Palestina yang berjuang keras melawan penjajah Yahudi. Faktor kedua, adalah bangsa Yahudi menjadi pihak yang penting dalam konflik di Palestina. ”Yahudi pernah dibantai di Eropa, mereka kemudian berupaya membentuk negara sendiri. Ini yang membuat Yahudi menjadi perhatian dunia,” ujarnya.
Faktor ketiga, lanjut Luthfi, wilayah Palestina merupakan wilayah yang strategis dan pergolakan di negera Islam ini sudah terjadi sejak lama. Adapun faktor keempat, adalah penguasaan Hamas atas Jalur Gaza. ” Karena Hamas masuk dalam aliran keras dan masuk daftar teroris versi Amerika Serikat. Kemudian menguasai Gaza. Ini yang menarik perhatian dunia,” ujarnya.
Luthfi menuturkan, kendati kini perhatian dunia sedang berkurang terhadap Palestina. Hal ini, kata dia, disebabkan oleh dua hal yaitu pertama terjadi konflik internal di Palestina. ”Adanya perpecahan di Palestina, terjadi konflik antar faksi. Sehingga membuat kekuatan Palestina melemah,” katanya.
Kedua, lanjut Ketua Progam Studi Kajian Timur Tengah dan Islam (PSKTTI) UI ini, adalah adanya fenomena Arab Spring. Yakni negara-negara Arab yang dilanda Spring disibukkan dengan urusan internalnya masing-masing dibanding memberikan dukungan bagi kemerdekaan Palestina.
”Di Suriah dan Yaman perang saudara. Di Mesir, Ikhwanul Muslimin konflik dengan pemerintah. Sehingga mereka sibuk dengan urusannya, menyebabkan kurangnya perhatian pada Palestina,” ungkap Luthfi. Baca: Dubes Palestina: Indonesia Negara Istimewa, Berkomitmen Dukung Kemerdekaan Palestina.
Menurutnya, untuk mendapatkan perhatian dunia kembali, solusi utama yang harus dilakukan adalah membangun persatuan antar faksi di Palestina. Masing-masing kelompok harus mengedepankan kepentingan Palestina mewujudkan kemerdekaan yang tentunya diakui dunia international.

