Inilah Persiapan Teknis Aksi 212 di Monas

[sc name="adsensepostbottom"]

Jelang Aksi Bela Islam III, segala persiapan teknis pelaksanaan telah disiapkan. Apa saja?

Panitia terus mematangkan segala persiapan menyambut Aksi Super Damai 212 di Monas, Jakarta, Jumat ( 2/12) pukul 08.00- 13.00 WIB.

Koordinator lapangan Aksi Super Damai 212, Anggi Meiga H mengatakan, kapasitas Monas hanya menampung maksimal 700 ribu orang, sedangkan perkiraan massa yang hadir akan mencapai tiga juta orang.

“Kemungkinan massa yang menumpuk akan dipersilakan memenuhi area Gambir hingga Tugu Tani karena arah Thamrin dan HI akan disterilkan,” ujar Anggi, Kamis (1/12).

Posko utama aksi berada di Silang Monas pintu 1, di dekat Patung Kuda depan Indosat. Sedangkan posko pembantu berada di Silang Monas pintu 2 arah Gambir.

Panitia akan menyediakan 40 mobil toilet dengan masing-masing mobil terdapat empat pintu. Total ada 160 toilet dan akan ditempatkan di setiap sisi Silang Monas, berdekatan dengan tempat wudhu.

Panitia juga menyediakan 12 mobil untuk berwudhu dan akan ditempatkan di empat titik yang berada di setiap sisi Silang Monas, masing-masing aliran 50 kran dengan menggunakan torrent.

Untuk para akhwat, juga akan disediakan tempat shalat, terpisah dari peserta ikhwan. Panitia pun akan menyediakan 10 motor dan 10 mobil untuk mobilisasi logistik. Posko logistik berada di dekat pintu masuk Patung Kuda dan pintu masuk Thamrin.

Mobil toilet akan masuk Monas pada Kamis malam pukul 00.00, dan tim kebersihan akan masuk Monas pada Jumat pukul 03.00 dini hari untuk menyimpan peralatan kebersihan.

Untuk tim kebersihan di dalam Monas, Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Tauhid akan menurunkan santri dan jamaahnya sebanyak 5.000 orang. Selain Darut Tauhid, petugas kebersihan lainnya akan ditugaskan di luar dan sekeliling Monas.

Seperti halnya, Forum Gerakan Kader Muda Persatuan Islam (FGKM-Persis)  akan menyiapkan 2.000 santrinya untuk bertugas sebagai petugas kebersihan pada Aksi Bela Islam III, Jumat (2/12) besok.

Ribuan santri tersebut dijadwalkan akan melakukan long march dari pesantren mereka yang berada di Cipayung,  Jakarta Timur menuju Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Di Masjid Istiqlal,  nantinya akan dibagi lokasi-lokasi yang menjadi titik tugas para santri. Para santri tersebut dibekali kantong kresek.

Selain sebagai relawan kebersihan,  ribuan santri tersebut juga akan diturunkan sebagai penjaga Taman Kota. Dengan menjaga taman tujuannya agar aksi betul-betul damai, apalagi FGKM-Persis berkomitmen cinta lingkungan, komitmen di dalam Al-Qur’an tidak boleh merusak.