Direktur Utama PT Bank Mandiri, Tbk, Budi G Sadikin.

Inilah Pesan Dirut Bank Mandiri untuk Mahasiswa

[sc name="adsensepostbottom"]

Direktur Utama Bank Mandiri, Budi G Sadikin menghimbau mahasiswa agar jiwa wirausaha ditanamkan sejak muda, sehingga ketika selesai pendidikan langsung menjadi wirausaha.

Direktur Utama PT Bank Mandiri, Tbk, Budi G Sadikin.
Direktur Utama PT Bank Mandiri, Tbk, Budi G Sadikin.

Budi pun berpesan kepada mahasiswa agar tidak bercita-cita menjadi seorang bankir seperti dirinya. Menurutnya, menjadi seorang bankir tidak dapat menyerap tenaga kerja. Padahal, setiap tahun terdapat sekitar 2 juta tenaga kerja dan hanya menyerap sekitar 800.000 orang.

Budi menghimbau, jiwa wirausaha muda harus sudah ditanamkan sejak muda, sehingga ketika selesai pendidikan langsung menjadi wirausaha dan memberi nilai tambah bagi negara. “Jangan berkeinginan jadi bankir seperti saya. Tapi contohlah Pak Presiden Jokowi yang pada usia muda sukses sebagai pengusaha,” kata Budi, dalam sambutannya di hadapan ratusan mahasiswa pada acara Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) 2015 di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Kamis (12/3).

Menurutnya, dengan semakin banyaknya pengusaha yang muncul, maka semakin banyak lagi tenaga yang diserap. Budi pun mencontohkan, profesi bankir itu hanya menyerap satu tenaga kerja, tetapi wirausaha kecil misalnya, bisa menyerap lima orang pekerja. Sedangkan wirausaha besar bisa menyerap 20 pekerja.

Perbankan juga lebih diuntungkan dengan munculnya pengusaha baru. “Bank itu besar karena banyak yang nabung, untung besar kalau banyak yang pinjam. Dan saat ini banyak nabung dan pinjam itu pengusaha. Maka banyaknya pengusaha baru menguntungkan bank,” ujar Budi.

Menurutnya, salah satu wujud dukungan Bank Mandiri kepada wirausaha muda adalah dengan mengadakan program Wirausaha Muda Mandiri. Program ini telah berjalan sejak tahun 2007, dan sudah banyak wirausaha diciptakan. Salah satu mencetak pemenang Hendy Setiono yang berhasil mengembangkan bisnis kebabnya hingga ke delapan negara.

Tahun 2009 Bank Mandiri perkaya modul resmi, sedangkan pada 2011, gerakan ini baru merangkul buruh migran. Sebagian ibu-ibu yang meninggalkan keluarganya mencari ekonomi di luar negeri. Dengan adanya gerakan ini, mereka dibantu untuk menjalankan usahanya sendiri.

Kemudian pada tahun 2013, Bank Mandiri terus gencar menebarkan virus-virus wirausaha ke pesantren dengan melatih 5.100 santri dari 509 pesantren yang ada di Indonesia. Pada tahun 2014, menggunakan model inkubator, salah satu rumah Bank Mandiri. “Dibuat kantor kecil, pemenang dan finalis ditempatkan di sana, dan kita temukan angle yang baru, agar bisa menjadi wirausaha yang matang,” kata Budi.