Maraknya kejahatan seksual, Presiden RI ke 5 Megawati Soekarnoputri perpesan agar para cucunya lebih waspada dan bisa berlatih bela diri.
Dalam pidato di acara diskusi bertajuk “Indonesia Melawan Kekerasan Seksual” di Metropol Megaria,Jakarta, Kamis (12/5) Megawati menginginkan agar wanita Indonesia menjadi kuat, sehingga bisa terhindar dari tindakan kejahatan yang tidak bertanggungjawab.
“Saya suka gemas jika lihat wanita yang lembek. Bukan berarti tidak dandan atau kelaki-kelakian, bukan seperti itu. Tapi yang bisa membela dirinya,” tukas Megawati.
Megawatin pun menyarankan agar kaum perempuan lebih bisa berlatih bela diri sehingga dapat melindungi diri dari tindak kekerasan apa pun. “Minimal punya semprotan merica (pepper spray–Red) seperti yang dimiliki polisi untuk jaga diri,” ungkap Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP).
- Masjid Al-Ikhlas PIK Dibuka, Usung Islamic Classical Architecture Padukan Keindahan, Kesederhanaan dan Kekhusyukan
- CIMB Niaga Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Pelajar di 2026
- “D-8 Halal Expo Indonesia 2026”, Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Mendorong Ekonomi Halal
- BSI Catat Penjualan Emas Tembus 2 Ton, Nasabah Nikmati Kenaikan Harga
Megawati menegaskan, bahwa sikap wanita yang bisa menjaga diri dapat meminimalisasi tindakan kekerasan seksual. Megawati juga meminta kepada para cucunya agar lebih waspada dan jangan bepergian seorang diri, sehingga ada pegawasan yang bisa dilakukan dengan mudah.
Selain itu, ia juga menyarankan kepada orang tua, khususnya kaum ibu, agar bisa membekali anaknya dengan pemahaman bahaya kekerasan seksual.
“Kita harus lebih peduli dan ajari anak-anak untuk waspada, beri pemahaman bahaya kekerasan seksual agar peristiwa Yuyun tidak terulang lagi. Apa susahnya menyampaikan seperti itu? Menjaga keamanan dan membela harga diri adalah hak kita,” tegas Megawati.
[bctt tweet=”Megawati: Saya suka gemas jika lihat wanita yang lembek” username=”my_sharing”]
Acara diskusi ini juga dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dan beberapa anggota DPR RI serta staf ahli Kapolri bidang Sosial Budaya, Benny Mokalu.

