Meramu Kesuksesan Dengan Produk bersertifikasi Halal

Inilah Pesan Moral MUI Untuk Negara Islam yang Bertikai

[sc name="adsensepostbottom"]

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menghimbau negara Islam di Timur Tengah yang sedang bertikai untuk segera berdamai dengan semangat ukhuwah Islamiyah.

Ketua Umum MUI, Din Syamsudin dan Ketua Bidang Hubungan International MUI, KH Muhyiddin Jubaidi, saat konferensi pers ukhuwah Islamiyah di kantor MUI Pusat Jakarta, Selasa (6/3). foto:Mysharing
Ketua Umum MUI, Din Syamsudin dan Ketua Bidang Hubungan International MUI, KH Muhyiddin Jubaidi, saat konferensi pers ukhuwah Islamiyah di kantor MUI Pusat Jakarta, Selasa (6/3). foto:Mysharing

Ketua Umum MUI, Din Syamsudin, mengatakan, MUI bukan partai politik, tidak mewakili wilayah politik dan tidak berpihak kepada fraksi politik yang berperang. Namun karena negara yang sedang bergejolak sekarang ini adalah Muslim, baik kelompok puti maupun kelompok lainnya.

“Maka kewajiban MUI untuk menyampaikan pesan moral agar sesama Muslim jangan berperang, jangan saling bunuh, selesaikan masalah secara damai dengan semangat Ukhuwah Islamiyah,” kata Din, dalam konferensi pers usai rapat forum Ukhuwah Islamiyah membahas “Gejolak Islamiah Umat Islam Indonesia” di kantor MUI Pusat, Jakarta, Selasa (6/3).

Apalagi, menurut Din, konflik di Yaman itu potensial untuk bisa melebar ke negara-negara Arab, negara teluk atau negara Islam lainnya dikawasan Timur Tengah. Dan tak mustahil kemudian bisa melebar ke negara Asia Tenggara, Afrika dan sebagainya.

MUI juga mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil prakarsa damai dengan menggalang dukungan dari negara-negara Islam lainnya yang cinta damai lewat lembaga OKI. Untuk melakukan meditasi dengan pesan agama. Baca: Jusuf Kalla: “Bantu Anak-Anak di Daerah Konflik”

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Hubungan International MUI, KH Muhyiddin Jubaidi, menuturkan, MUI menghadapi berbagai permintaan dari Ormas Islam tentang sikap MUI berkaitan dengan penyerangan ke Yaman dari dewan kerjasama negara-negara Teluk. “MUI memiliki sikap yang sangat netral tidak berpihak kepada kedua kelompok yang sedang bertikai. Justru menggunakan pesan moral, MUI menghimbau kepada pihak yang bertikai untuk bersama-sama menyelesaikan secara damai dengan mengedepankan musyawarah dan dialog,” kata Muhyiddin.

Karena, lanjutnya, kekurangan itu justru akan menimbulkan berbagai macam dampak baik secara moril dan material. Dari sisi material yaitu kerusakan yang sangat massif, tentu saja bukan hanya diterima oleh Yaman dan rakyatnya. Tetapi juga oleh umat Islam yang lain. Yang perang dan yang diserang, untuk pembuktian karena begitu banyak dana yang dihabiskan untuk membeli persenjataan yang pemilik senjata itu adalah musuh Islam terutama kelompok-kelompok Yahudi Connections.

Oleh karena itu, MUI berharap agar dihentikan peperangan itu dan mengutamakan konsiliasi. Menurut Muhyiddin, karena MUI sebuah lembaga Islam, kita tidak mau memasuki ranah politik. Apapun yang MUI lakukan adalah bagaimana bisa mengimbau pihak bertikar untuk segera berdamai. Sehingga tidak merugikan umat Islam dan tidak merusak nama Islam di mata dunia.

MUI juga menghimbau masyarakat Muslim Indonesia untuk tidak terpancing provokasi kelompok tertentu yang ingin mengeksploitasi pergolakan di Timur Tengah itu. Untuk menciptakan konflik horizontal dengan mengangkat isu radikalisme yang paling mudah adalah perang antara mazhab. Baca: Islam Menjadi Target Skenario Global

Dan kepada pemerintah Indonesia, MUI berharap untuk bisa berperan aktif sesuai dengan kebijakan luar negeri Indonesia. Muhyiddin mengungkapkan, Indonesia merupakan negara Muslim terbesar didunia ini harus menjadi juru damai.”Indonesia harus mampu menunjukkan kemaslatan internatonal karena Indonesia sudah memiliki modal besar mendamaikan negara-negara yang bertikai sebelumnya,” pungkasnya.