Hotel bujet Inna Eight, Malang, Jawa Timur. Foto: 1001.malam.com

Inna Hotel Group Ramaikan Pasar Budget Hotel

[sc name="adsensepostbottom"]

Inna Hotel Group semakin meramaikan pasar budget hotel di Indonesia. Setelah membuka Inna Eight (budget hotel Inna Hotel Group) di Malang dan Lampung, Inna Hotel Group akan membukaempat budget hotel di Cirebon, Palembang, Pare-Pare dan Sukabumi.

Hotel bujet Inna Eight, Malang, Jawa Timur. Foto: 1001.malam.com
Hotel bujet Inna Eight, Malang, Jawa Timur. Foto: 1001.malam.com

Direktur Utama Inna Hotel Group, Intan Abdams Katoppo, mengatakan Inna Hotel Group daat ini dapat memanage hotel milik perorangan atau swasta untuk menggunakan salah satu dari brand Inna. “Untuk menyikapi tren kami memanfaatkan momentum. Saat ini sudah ada dua hotel yang bergabung dengan memakai brand Inna Eight yaitu Inna Eight Selorejo Malang dengan 102 kamar dan Inna Eight Lampung 107 kamar,” kata Intan, dalam Bincang BUMN di Bangi Kopitiam, Selasa (22/4).

Inna Eight menjadi brand dari Inna Hotel Group untuk budget hotel bintang tiga ke bawah. Strategi Inna Hotel Group saat ini adalah drngan merambah kota kedua dan ketiga (Dati II) di Indonesia. “Bisnis hotel diperlukan di sana karena kalau di ibukota kan sudah jenuh,” tukasnya.

Kendati demikian, ia mengakui ada tantangan yang dihadapi dengan membuka hotel di kota kedua dan ketiga. “Perhotelan sebenarnya bisnis yang mudah diikuti siapapun, seperti persaingan di minimarket setiap berapa meter ada supermarket, maka hotel pun demikian,” cetus Intan.

Untuk itu, ia pun mengusulkan agar setidaknya ada regulasi jarak antara hotel seperti aturan tentang pasar tradisional dan supermarket. “Regulasi diperlukan disini apa ada batasan density-nya, seperti antara pasar tradisional dan minimarket ada aturan, harusnya hotel juga. Untuk di daerah juga jangan sampai mematikan homestay,” usul Intan.

Menurutnya, prospek bisnis ke depan masih ada ruang besar untuk berkembang. Masih banyak daerah wisata yang belum tertangkap dan daerah wisata baru pun terus berkembang, seperti Banyuwangi. Pemerintah daerah pun semakin menggalakkan wilayahnya untuk menjadi destinasi wisata. “Untuk perhotelan modalnya di kreativitas, karena kalau tidak, bisa tertinggal. Sudah banyak budget hotel yang sesuai tren karena itu sudah merupakan bisnis gaya hidup,” kata Intan.

Target Revenue dan Rencana IPO

Di tahun ini Inna Hotel Group menargetkan revenue sebesar Rp 554 miliar. Intan pun optimis bisa mencapai target tersebut. Untuk mencapai target tersebut pihaknya akan semakin mengoptimalkan hotel yang sudah ada. “Dengan berbagai fasilitas hotel yang telah mengalami peremajaan, Inna Hotel Group siap memenangkan persaingan di bisnis pariwisata Indonesia,” cetus Intan.

Di tahun lalu revenue naik 15 persen mencapai Rp 306 miliar. Saat ini Inna Hotel Group mengelola 14 hotel dan satu restoran dengan total keseluruhan mengelola 2567 kamar dengan tingkat okupansi rata-rata 60 persen. Rating tingkat kepuasan pelanggan juga meningkat dari yang sebelumnya di bawah lima persen, menjadi 7,6 persen.

Intan mengungkapkan pihaknya telah memiliki rencana jangka panjang sampai dengan 2018 dengan menargetkan memiliki 40 hotel. Pada 2017 Inna Hotel Group juga berencana melakukan penawaran saham ke publik (initial public offering/IPO). Intan mengharapkan di masa mendatang brand Inna Hotel Group bisa berkembang lebih besar. “Mungkin pemegang saham punya mimpi lebih besar, seperti kalau hotel BUMN dikumpulkan menjadi satu, saya bermimpi itu bisa jadi satu brand yang kuat dan tidak hanya di dalam negeri, tapi juga luar negeri,” harap Intan.