Inovasi dan Kewirausahaan

Inovator adalah Pengambil Peluang

[sc name="adsensepostbottom"]

Inovasi menjadi salah satu kunci dalam pengembangan suatu usaha. Untuk menjadi suatu inovator pun harus jeli dalam melihat peluang yang ada.

Inovasi dan Kewirausahaan

Pendiri Yayasan Planet Inovasi, Avanti Fontana, mengatakan lingkungan yang semakin kompleks serta tuntutan konsumen yang semakin tinggi menuntut individu, organisasi dan negara untuk berinovasi. “Inovasi merupakan keberhasilan sosial dan ekonomi karena diperkenalkannya cara baru atau kombinasi baru dari cara lama dengan mengubah input menjadi output,” katanya dalam Seminar Program Inovasi dan Inkubator Bisnis bertajuk “Change Indonesia with Innovation and Entrepreneurship” di Balai Sidang Universitas Indonesia, Rabu (6/5).

Menurutnya, seorang inovator bukanlah pengambil risiko, tapi adalah pengambil peluang. “Karena kalau bicara untuk menciptakan peluang, maka akan fokus pada peluang. Dalam inovasi risiko itu ada, tapi bagaimana melihatnya sebagai peluang. Jadi perhatikan pola pikir, harus berpikiran positif,” papar Avanti. Baca: Wirausahawan Harus Jeli Lihat Peluang

Sementara, Chief Executive Officer Wardah, Salman Subakat, mengatakan menjadi seorang wirausaha haruslah jeli menciptakan peluang, tidak mudah puas, bekerja keras, dan fleksibel. “Selain itu, passion dan berpikiran terbuka juga menjadi hal yang penting untuk memulai usaha. Di sisi lain, coba kenali dan buat daftar risiko, ukur risiko itu dan coba mengambil langkah untuk meminimalisasi risiko,” jelas Salman.

Ia menambahkan berbuat salah dalam berusaha itu adalah suatu hal yang wajar. Selama dua tahun menjalani bisnis Wardah di masa awalnya, ia pun sempat menyadari bahwa pengemasan produk kurang menarik sehingga kemudian mengubah pengemasannya menjadi lebih modern. Inovasi pun dilakukan tidak hanya di divisi riset dan pengembangan, tetapi juga di seluruh divisi termasuk komunikasi pemasaran. “Inovasi di komunikasi pemasaran Wardah dulu awalnya hanya membuat flyer dan poster, tetapi saat ini social media is the power,” tukas Salman. Baca: Legitnya Pasar Kosmetika Halal

Pada kesempatan yang sama, Chief Executive Officer Wardour and Oxford, Wempy Dyocta Koto, menuturkan agar melihat kekurangan sebagai suatu keuntungan. “Jika anda merasa tidak mampu berinovasi karena tidak punya uang, justru kalau memanfaatkan waktu seadanya itu akan menjadi keuntungan,” ujar Wempy, yang menyontohkan inovasi yang muncul dari kemacetan Jakarta yang terjadi setiap harinya membuat situs Lewat Mana bermanfaat bagi banyak orang.

seminar inovasi ui
(Kanan-Kiri): CEO Wardour and Oxford, Wempy Dyocta Koto; Direktur Kebijakan dan Difusi Teknologi BPPT, Iwan Sudrajat; CEO Wardah, Salman Subakat; Pendiri Yayasan Planet Inovasi, Avanti Fontana.

Wempy pun menambahkan agar tidak takut akan mengalami kegagalan. Menurutnya, kegagalan adalah sesuatu yang penting. “Di usia 20-an penting untuk gagal karena dengan kegagalan akan datang kesuksesan, jadi harus lebih terbuka dengan kegagalan. Jangan membangun image kesuksesan saja, tapi juga buka kegagalan agar bisa terus maju,” jelas Wempy.

Jumlah pengusaha/wirausaha di Indonesia hanya sekitar 1,65 persen dari total jumlah penduduknya. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM periode 2014 jumlah wirausaha di Indonesia lebih sedikit jika dibanding negara lain dalam kawasan Asia Tenggara, seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Di Singapura jumlah pengusahanya telah mendapai tujuh persen dari jumlah penduduk, sedangkan di Malaysia lima persen dan Thailand tiga persen.