Seiring dengan semakin bergairahnya sektor pariwisata, kegiatan investasi juga mengalami pertumbuhan signifikan. Secara makro, realisasi investasi pariwisata Indonesia pada semester I 2014 mencapai 255,99 juta dolar AS, atau tumbuh 114,68 persen dari periode sama tahun lalu.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari E Pangestu, menyampaikan dari jumlah investasi tersebut sebagian besar berasal dari investasi asing dengan jumlah 243,035 juta dolar dan penanam modal dalam negeri sebesar 12,956 juta dolar AS. “Jika dibandingkan dengan realisasi investasi pariwisata pada tahun 2013, yaitu penanam modal asing sebesar 96,910 juta dolar AS dan penanam modal dalam negeri sebesar 22,33 juta dolar, maka terjadi peningkatan sebesar 114,68 persen,” kata Mari, dalam siaran persnya.
Sepanjang kuartal II 2014 (April-Juni 2014) nilai realisasi investasi pariwisata mencapai 125,863 juta dolar, yang berasal dari penanam modal asing sebesar 125,795 juta dolar dan penanam modal dalam negeri 0,068 juta dolar AS. Angka ini di atas realisasi investasi pariwisata periode yang sama tahun 2013 yang hanya 82,73 juta dolar, atau terjadi pertumbuhan investasi sebesar 52,14 persen dibanding kuartal II 2013. Namun, jika pencapaian di kuartal II 2014 dibandingkan dengan kuartal I 2014, terjadi penurunan sebesar 3,27 persen. “Penurunan ini diakibatkan karena seluruh investor menunggu suasana politik dan keamanan di Indonesia setelah Pileg dan Pilpres lalu,” ujar Mari.
Sementara, berdasarkan tujuan investasi pariwisata, DKI Jakarta masih menjadi daerah terpopuler bagi penanaman modal asing. Pada kuartal II 2014, realisasi investasi pariwisata DKI Jakarta sebesar 53,13juta dolar. Diikuti oleh Bali dengan nilai total investasi 32.89 juta dolar, dan Kepulauan Riau dengan total investasi 13,66 juta dolar AS. Hal ini menunjukkan terjadinya penyebaran investasi pariwisata di Indonesia.
Untuk lebih mempercepat pengembangan investasi sektor pariwisata di Indonesia, lanjut Mari, pihaknya akan bekerjasama dengan EU-Indonesia Trade Cooperation Facility (TCF), dimana sektor pariwisata menjadi salah satu sektor utama dalam forum kerjasama pengembangan investasi di Indonesia. Beberapa langkah yang akan dilakukan adalah membuat dan menyempurnakan proposal investasi pariwisata yang lebih capable dan acceptable oleh investor dari Uni Eropa, dan promosi investasi pariwisata Indonesia kepada investor dari negara-negara Uni Eropa.
