Indonesia Islamic Finance Report memuat analisis seluruh industri keuangan syariah Indonesia.
General Manager Islamic Research and Training Institute Islamic Development Bank (IRTI IDB) Azmi Omar mengatakan, industri keuangan syariah global yang tumbuh pesat kini asetnya telah mencapai lebih dari 2 triliun dolar AS. Cakupannya pun meluas ke berbagai negara mulai dari Amerika, Afrika, Eropa dan Asia. “Indonesia sendiri punya keunikan untuk kepemimpinan dan pionir di industri keuangan syariah,” katanya saat Peluncuran Indonesia Islamic Finance Report, Jumat (11/3).
[bctt tweet=”IDB: Indonesia memiliki keunikan untuk menjadi pemimpin industri keuangan syariah “]
Menurutnya, Indonesia dengan lebih dari 88 persen populasinya adalah Muslim, serta memiliki sumber daya alam yang kaya dan lokasi geografis yang strategis, punya potensi pertumbuhan ekonomi yang pesat dan peluang besar bagi industri keuangan syariah. “Didukung dengan political will yang kuat saya memperkirakan keuangan syariah Indonesia akan tumbuh di berbagai sektor sembari tetap menjaga kualitas produk dan jasa layanan,” ujar Omar.
- “Hijrah Lebih Bermakna” Refleksi Perjalanan Panjang 34 Tahun Bank Muamalat
- Fauzi Arfan Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum AASI 2026–2029
- Milad ke-34, Bank Muamalat Perkuat Sinergi Filantropi: Renovasi Masjid-Musala di Wilayah Bencana Sumatera
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
Omar menambahkan berbeda dengan negara lainnya, industri keuangan syariah Indonesia dibangun dari inisiatif masyarakat. Hal tersebut pun kemudian membentuk fitur keuangan syarah yang unik, seperti hadirnya bank pembiayaan rakyat syariah, sukuk ritel, dan iniasitif keuangan sosial inovatif lainnya. “Saya yakin dengan model yang berbeda ini Indonesia akan sukses mentransformasi potensi menjadi tangible benefit untuk negara dan kawasan lainnya,” paparnya.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengatakan, saat ini industri keuangan syariah Indonesia merupakan salah satu pasar yang memiliki infrastruktur keuangan syariah paling komprehensif. Pihaknya pun memiliki komitmen kuat untuk mendukung pengembangan keuangan syariah.
“Kami menyadari dengan sumber daya alam yang kaya dan lokasinya yang strategis, Indonesia telah menjadi target investor. Indonesia juga termasuk dalam 10 besar pasar keuangan syariah global. Report ini menjadi fakta yang baik untuk melihat potensi industri keuangan syariah nasional seperti apa karena tidak banyak yang laporannya komprehensif,” katanya.
Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo pun menyambut baik laporan yang dibuat oleh IRTI IDB. “IDB sudah sangat banyak membantu Indonesia, banyak perguruan tinggi dan rumah sakit yang dibantu didukung oleh IDB dan kami lihat bahkan untuk kegiatan yang sifatnya infrastruktur pun membantu, termasuk program seperti sekarang yaitu melakukan riset dan menjelaskan ke dunia bagaimana perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia,” paparnya.
Sementara, Sekretaris Jenderal Asosiasi Bank Syariah Seluruh Indonesia Achmad K Permana mengatakan, laporan yang dibuat oleh IRTI IDB setidaknya menjadi benchmark tidak hanya bagi industri di dalam negeri saja, tapi juga mempromosikan bank syariah bagi investor luar. “Dari hasil laporan itu artinya IDB sudah melihat Indonesia punya potensi untuk tumbuh paling cepat di industri keuangan syariah,” ujar Permana.
[bctt tweet=”Asbisindo: Indonesia berpotensi tumbuh paling cepat di industri keuangan syariah”]
Indonesia Islamic Finance Report memuat analisa komprehensif dari seluruh industri keuangan syariah mulai dari perbankan syariah, industri keuangan non bank syariah, pasar modal syariah, hingga keuangan sosial (zakat dan wakaf). Laporan ini juga membahas peluang investasi di sektor korporasi Indonesia, serta industri pendukung lainnya seperti makanan halal, busana muslim dan wisata halal.

