Pertumbuhan ekonomi Italia stagnan dalam 10 tahun.
Italia tampaknya hampir siap untuk melakukan penawaran sukuk perdananya. Rancangan undang-undang terkait penerbitan sukuk dinyatakan akan diajukan ke hadapan parlemen dalam beberapa hari ke depan. Hal tersebut pun akan menjadi tonggak baru bagi pasar modal Italia.
Di Eropa, jumlah penerbitan sukuk masih bisa dihitung jari. Negara pertama yang pernah menerbitkan sukuk adalah Inggris. Pada 2014 Inggris menerbitkan sukuk sekira 200 juta poundsterling. Sementara, Luxembourg juga telah menerbitkan sukuk berdenominasi Euro tiga tahun lalu.
Kini giliran Italia menyambut kehadiran sukuk. Pengajuan peraturan sukuk ke parlemen diungkapkan oleh pakar perpajakan Stefano Loconte, yang ditugaskan oleh Komite Keuangan Parlemen Italia untuk mempelajari sukuk, di Turin Islamic Economic Forum.
- Bank Mega Syariah Umumkan Pemenang Poin Haji Berkah Tahap 3
- BSI Resmi Naik Kelas Sebagai Persero, Mayoritas Pembiayaan ke Segmen Konsumer dan Ritel
- BCA Syariah Luncurkan BSya Digital Membership Card Ivan Gunawan Prive dan Mandjha
- CIMB Niaga Ajak Nasabah Kelola Gaji dan Finansial dengan Lebih Bijak melalui OCTO
Dilansir dari Italy24, Rabu (8/3), Italia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang stagnan dalam 10 tahun. Produk domestik bruto tersendat di angka -0,5 persen dari 2005 hingga 2015. Oleh karena itu, sukuk dinilai sebagai peluang untuk mendapatkan dana segar.
Jika undang-undang tentang sukuk disahkan, maka sukuk akan dapat ditawarkan ke investor Arab, yang dikenal punya modal dan sedang mencari peluang investasi. Sejumlah bank di Italia pun telah siap menyambut penerbitan sukuk, seperti Intesa SanPaolo dan UniCredit.
Kendati demikian, regulasi tetaplah penting karena penerbitan sukuk memerlukan modifikasi dari peraturan keuangan yang ada saat ini. Birokrasi dan kebijakan fiskal hingga kini masih menghalangi Italia dari pasar sukuk global yang nilainya telah mencapai 180 miliar dolar AS.

