Nilai tukar USD terhadap rupiah yang terus menguat berdampak pada penurunan jumlah jamaah umrah Indonesia. Tahun 2015 mencapai 649 ribu jamaah, dan diperkirakan tahun 2016 turun menjadi 500 ribu jamaah.

“Seharusnya mereka telah jadwalkan untuk berangkat umrah ke Tanah Suci. Tapi karena pembayaran melonjak, terpaksa mereka mengurungkan niat berangkat umrahnya,” kata Muharom kepada MySharing, di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta, Jumat pekan lalu.
Muharom menuturkan, nilai tukar USD terhadap rupiah yang terus menguat mempengaruhi penurunan jamaah umrah yang sangat drastis. Pada 2014, jamaah umrah mencapai 740 ribu orang. Pada tahun 2015 ini baru mencapai 649 ribu orang jamaah. “Kami perkirakan pada tahun depan kembali terkoreksi menjadi 500 ribu jamaah,” kata Muharom.
- Bank Muamalat dan BMM Bangun Musala untuk Penyintas Bencana di Aceh
- CIMB Niaga Resmikan Layanan Berbasis Digital Ask OCTO via OCTO App dan WhatsApp Chat/Call
- BCA Syariah Kolaborasi dengan IPB dan LPPOM, Berikan Pelatihan Kurban Ramah Lingkungan
- Satu Dekade Jawara Digital, Bank Muamalat Terus Jaga Kepercayaan Nasabah
Ia berharap kondisi ini bisa dicarikan solusinya. Menurutnya, penurunan jumlah jamaah umrah akan mempengaruhi usaha penyelenggaraan umrah dan haji berskala kecil. Di sisi lain, calon jamaah umrah pastinya akan kecewa karena niat beribadah harus ditunda lantaran gejolak ekonomi sangat berpengaruh pada kenaikan biaya umrah.
Menurutnya, jika kondisi tidak berubah, pemerintah tidak mencari solusinya. Tahun 2016, jumlah jamaah umrah tahun depan akan kembali berkurang. “Ya karena penguatan nilai tukar membuat daya beli masyarakat menjadi berkurang, termasuk dalam beribadah umrah ke Tanah Suci,” paparnya.
Ia menegaskan, lebih dari 70 persen komponen biaya ibadah umrah dalam bentuk nilai tukar USD. Ini karena sebagian besar biaya yang harus dikeluarkan berada di luar Indonesia. Itu sebabnya, kata dia, fluktuasi nilai tukar USD terhadap rupiah akan sangat mempengaruhi biaya ibadah umrah yang dikenakan kepada calin jamaah. “ Saat ini, biaya umrah yang dikenakan kepada setiap calon jamaah sekitar USD 2.000. Nilai ini tinggi berdampak menurunnya jumlah jamaah umrah,” pungkasnya.

