Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie

Jelang Pilkada, ICMI Imbau Masyarakat Jaga Persatuan

Jelang Pilkada serentak 25 Februari 2017 mendatang, tensi politik semakin meningkat di masyarakat termasuk di dunia maya.

Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie mengatakan, ICMI menghimbau masyarakat Indonesia untuk menjaga persatuan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dilaksanakan pada 15 Februari 2017 mendatang.

Menurut Jimly, menjelang Pilkada, masyarakat menjadi terbagi dan saling melayangkan kebencian di media sosial. Ini sangat memprihatinkan. Karena masyarakat tidak berpikir panjang, mereka mengira dunia ini hanya seputar Pilkada DKI saja.Yang ditakutkan ketegangan ini terjadi hingga Pilkada selesai, tetapi diharapkan tensinya turun setelah Pilkada.

“Jelang Pilkada serentak 25 Februari 2017 mendatang, tensi politik semakin meningkat di masyareakat termasuk di dunia maya. Melalui media sosial (medsos) mengalir berbagai isu yang memanaskan situasi. Bahkan sampai menjurus ke ujaran kebencian (hate speech) dan berpotensi memesah belah masyarakat, termasuk umat beragama di Tanah Air,” ungkap Jimly pada acara “Catatan Kritis ICMI Tahun 2016’, di Kantor ICMI, Menteng, Jakarta, Selasa (3/1).

Untuk itu, tegas dia, ICMI akan mengadakan forum kerukunan beragama yang akan dilaksanakan dari Sabang sampai Merauke. Dialog tersebut, menurut Jimly, rencananya akan dilakukan di Sumatera Utara dengan melibatkan organisasi dari agama Kristen, Buddha, Hindu, dan Konghuchu.

“ICMI juga berharap pemerintah untuk menyelesaikan kasus penista agama secara adil dan tidak menimbulkan implikasi yang berkelanjutan dan membahayakan keamanan dan stabilitas nasional,” tegas Jimly.

Dalam menghadapi kasus penista agama, ICMI meminta masyarakat juga untuk mempercayakan proses hukum kepada hakim dan menghormati keputusan hasil persidangan.

ICMI: Pemerintah harus selesaikan kasus penista agama secara adil Click To Tweet

“Kami, sarankan agar masyarakat untuk memilih pemimpin yang amanah, beriman, bertaqwa dan dapat menjadi pemimpin bagi semua golongan,” ujar Jimly.