Jemaah Haji Indonesia Harus Waspadai Cuaca Terik di Tanah Suci

[sc name="adsensepostbottom"]

Suhu udara di Tanah Suci Mekkah pada musim Haji tahun ini diperkirakan cukup tinggi, yaitu 40-45 derajat celcius. Jemaah haji Indonesia dimintai mewaspadai bahaya dehidrasi (kekurangan cairan).

dana hajiMasa-masa ummat Muslim di seluruh dunia untuk melaksanakan ibadah haji sudah hampir tiba. Begitu juga sebagian ummat Muslim di tanah air yang sudah mulai berbondong-bondong memasuki tanah suci. Sebagian besar lagi sisanya masih menunggu jadwal keberangkatan ke tanah suci sesuai kloter hajinya yang sudah diatur oleh Kemenag.

Namun demikian, pada masa pelaksanaan ibadah haji pada tahun 1436 H atau tahun 2015 masehi kali ini, ternyata jemaah haji dari seluruh dunia akan menghadapi kendala suhu udara di Arab Saudi yang tergolong tinggi yakni 40-45 derajat celcius.

Untuk itu, jemaah haji asal Indonesia yang berangkat ke tanah suci harus bersiap-siap mengantisipasi kendala suhu udara yang cukup jauh di atas rata-rata suhu udara di tanah air. Hal tersebut diungkapkan Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan – DR dr Fidiansjah Sp.KJ, MPH, didalam acara seminar persiapan menghadapi ibadah haji hari ini di Jakarta.

Menurut Fidiansjah – suhu panas yang demikian tinggi di Arab Saudi tersebut dapat meningkatkan risiko terhajadinya dehidrasi pada para jemaah haji asal Indonesia.

“Sebab, dehidrasi yang melanda calon jamaah haji bisa berakibat fatal. Seperti heart stroke yang dapat menyebabkan kematian. Karena itu masalah dehidrasi dan cara mengatasinya perlu disampaikan saat manasik haji. Terlebih banyak jemaah haji asal Indonesia yang sudah lanjut usia,” jelas Fidiansjah.

Untuk itulah, Fidiansjah sangat menghimbau para calon jamaah haji Indonesia guna mencukupi kebutuhan cairan hariannya, baik selama masih masa persiapan berada di tanah air, maupun saat sudah berada di Arab Saudi.