Presiden Joko Widodo (Jokowi)

Jokowi: “Dana Haji Bisa Mendukung Percepatan Pembangunan”

[sc name="adsensepostbottom"]

Presiden R.I. – Joko Widodo (Jokowi) kemarin (26/7/17) di Istana Negara, Jakarta, baru saja meresmikan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Apa makna strategis badan tersebut bagi ummat Muslim dan bangsa ini?

Dalam sambutan ketika meresmikan berdirinya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) hari ini, Kamis (27/7/17) di Jakarta, Presiden Jokowi mengungkapkan tentang potensi dana haji di tanah air yang apabila dapat dikelola dengan baik dan optimal, maka akan bisa berdampak positif bagi pembangunan bangsa ini.

“Kemarin juga sudah kita lantik Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Ini juga sebuah potensi yang sangat besar. Ada kurang lebih (dana) Rp 80 – Rp 93 triliun, yang kalau dimanfaatkan dengan baik, ditaruh di tempat-tempat yang memberikan keuntungan yang besar, juga akan mempercepat pembangunan negara kita. Kemarin sudah saya sampaikan, bisa ditaruh di tempat-tempat yang aman, jangan yang berisiko, dana haji kita,” demikian ungkap Presiden Jokowi.

Jokowi lalu menceritakan, dirinya pribadi sudah memantau dan mempelajari pemanfaatan dana haji di Negara-negara lain.

“Saya sudah mengintip negara-negara lain dalam pemanfaatan dana haji ini. Taruh saja, misalnya di pembangunan jalan tol, aman enggak mungkin rugi. Jalan tol enggak akan rugi, enggak akan hilang. Pembangunan pelabuhan, dari dana haji kenapa tidak? Taruh di situ akan memberikan keuntungan yang besar, sehingga nanti bisa menurunkan ongkos haji,” jelas Jokowi.

Jokowi lalu mencontohkan pengelolaan dana haji di Malaysia yang selama ini sudah berjalan dengan baik melalui lembaga Tabung Haji. Dan di Indonesia melalui BPKH, lanjut Jokowi, dana haji tersebut akan ditempatkan di investasi yang aman, seperti misalnya di proyek jalan tol, pelabuhan dan lapangan terbang.

“Bahkan kayak tabung haji di Malaysia, itu ditaruh di perkebunan. (Meski) perkebunan itu masih ada risikonya, kebakar atau enggak keluar hasilnya, buahnya bisa (rugi). Tapi kalau (pembangunan) jalan tol, pelabuhan, airport, enggak akan (rugi). Insya Allah enggak akan ada ruginya,” lanjut Jokowi.

Intinya, lanjut Jokowi, dirinya sudah mengamanatkan, agar pengelolaan dana haji ditempatkan pada investasi yang aman, yang minim resiko.

“Dan itu sudah saya sampaikan, agar nanti dana haji kita berikan peluang untuk dananya ditaruh-taruh yang enak-enak saja. Yang berisiko jangan. Karena ini dana umat, (jadi) hati-hati,” tegas Presiden Jokowi lagi.