Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa Majelis Ulama Indonesia adalah mitra strageis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan nasional.

”MUI adalah mitra strategis pemerintah. Diharapkan bisa berdiri tegak sebagai tenda besar sejati yang menaungi Islam moderat di Indonesia, yang tidak ekstrem dan penuh perdamaian,” kata Jokowi.
Menurut Jokowi, MUI terbukti mampu menjaga saling pengertian, persaudaraan, kebangsaan, kerukunan, gotong-royong dan kesediaan hidup bersampingan secara damai dalam masyarakat yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Apabila kondisi yang stabil dan toleran dijaga terus menerus, maka semangat keilmuan umat Islam akan berkembang pesat.
- Milad ke-34, Bank Muamalat Teguhkan Komitmen Tumbuh Bersama dan Memberi Manfaat
- BCA Syariah Gelar Aksi Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
- Pembiayaan Solusi Emas Hijrah Bank Muamalat Melonjak 11 Kali Lipat
- Bank Mega Syariah Ekspansi Pembiayaan Emas, Dorong Akses Investasi Emas via Flexi Gold
Dengan kompleknya kehidupan dan permasalahan bangsa, Jokowi meminta MUI dapat memandu dan membangkitkan optimisme masyarakat, lebih-lebih dalam situasi melambannya pertumbuhan ekonomi nasional. ”Kami meminta MUI tetap menjadi mitra strategis pemerintah dengan mendukung program-program pemerintah yang membawa kemaslahatan rakyat melalui penggalangan potensi umat Islam untuk pembangunan,” kata Jokowi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum MUI Din Syamsuddin menegaskan, bangsa Indonesia dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan nilai agama dan moral. ”Jangan tinggalkan nilai agama dan moral karena kemerdekaan kita juga berasal dari upaya mempertahankan nilai agama dan moral,” kata Din, dalam sambutannya.
Untuk mewujudkan kebersamaan, kata Din, hubungan antara pemerintah dan ulama harus baik dan berjalan seiring. ”Kami berharap pemerintah selalu mengeluarkan kebijakan yang sejalan dengan nilai agama,” kata Din. Lebih lanjut Din menegaskan, bika pemerintah secara konsiten mengeluarkan kebijakan yang sesuai dengan nilai agama. Maka, MUI yakin umat Islam selalu berada di belakang pemerintah mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah.
Pembukaan Munas IX MUI, ini juga dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Walikota Surabaya Tri Risma Harini, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua Umum Muhammadiyah Haidar Nashir, Ketua Umum PBNU Said Agil Siraj dan pimpinan ormas Islam lainnya serta tokoh ulama nasional maupun daerah.

