Jumat ini, Aksi Bela Ulama Tetap Dilaksanakan!

[sc name="adsensepostbottom"]

Masjid rumah Allah SWT, kegiatan ibadah tidak boleh dilarang.

Setelah viral di jejaring sosial terkait agenda Aksi Bela Ulama (ABU), hari ini Jumat (9/6) di Masjid Istiqlal, Jakarta.Kini beredar isu bahwa acara itu batal dilaksanakan dikarena pihak Masjid Istiqlal tidak mengizinkan dengan alasan karena pada hari dan tanggal tersebut digunakan untuk kegiatan rutin Masjid Istiqlal setelah Jumatan.

Menanggapi isu tersebut, Ketua Presidium Alumni 212, Ustadz Ansufri Idrus Sambo menegaskan bahwa informasi itu tidak benar. “Aksi Bela Ulama besok (ABU 96) tetap jadi, tetap dilaksanakan,” ujar Ustad Sambo dalam rilisnya yang diterima MySharing, Kamis malam (8/6).

Ustad Sambo menyebutkan bahwa  Jumat akan menjadi Shalat Tarawih terbesar sepanjang masa dengan hadirnya sekitar 7 juta jamaah. Beliau juga menegaskan, bahwa tidak boleh ada larangan bagi ummat untuk beribadah di masjid.

“Masjid adalah rumah Allah, Masjid adalah milik ummat, kegiatan ibadah tidak boleh dilarang. Mari kita penuhi masjid Istiqlal dan seluruh jalan di sekitarnya sampai Tugu Tani dan Pasar Senen,” ujar Ustad Sambo.

Karenanya menurut Ustad Sambo, dirinya memastikan Jumat ini akan ada Tarawih On The Street. ““Why not, Mari kita ingat kembali kenangan indah bersama, berkumpul dengan damai, aman dan tertib, lalu beribadah, berdzikir dan berdo’a,” ujarnya.

Di bawah komando para ulama, kata Ustad Sambo, Jumat (9/6) di Masjid Istiqlal. Agenda ABU 96 akan dimulai jam 13.00 WIB sampai dengan selesai Shalat Tarawih.

Dijelaskan Ketua Presidium Alumni 212 ini, agenda ABU 96 pada intinya adalah reuni akbar 212 yang merupakan ajang silaturrahim & konsolidasi ummat Islam, dengan puncaknya menggelar Sholat Tarawih Terbesar Sepanjang Sejarah.

Acara tersebut memiliki 4 agenda pokok yaitu pertama, Tabligh Akbar Tokoh-tokoh Alumni 212, kedua, Dzikir & Do’a untuk keselamatan para Ulama (khususnya Habib Riziek, Aktivis dan ormas Islam yang terzalimi, ketiga, Pernyataan Sikap Bersama Ummat Islam dan Alumni 212 atas kezaliman yang dilakukan rezim penguasa saat ini terhadap para Ulama khususnya Habib Rizieq, Aktivis2 & Ormas Islam (HTI), serta keempat, Launching Panitia Nasional Penyambutan Kedatangan Habib Rizieq.
Karena acara akan berlangsung sejak siang hingga malam, maka diharapkan Sholat Jum’at berjamaah di Istiqlal, lalu membawa air mineral dan makanan ringan untuk persiapan berbuka puasa, dan diharapkan membawa sajadah alas untuk sholat.

Ustad Sambo berharap kaum Muslimin dan Muslimat serta anak-anak bangsa yang peduli serta cinta Ulama dan NKRI agar hadir untuk berjihad dan berdo’a untuk keselamatan uama, bangsa dan negara. “Semoga Allah memberikan balasan pahala yang terbaik di dunia dan akhirat, aamiin Yaa Rabbal ‘ aalamiin,” ujar Ustadz Sambo

Polisi Melarang

Terkait polisi melarang massa menggelar aksi ABU ini, Ustad Sambo . Ketua  Ustaz Sambo mengatakan, aksi ini  akan tetap digelar karena merupakan hak konstitusional. “Ini kan tidak ada yang bisa melarang. Ini kan konstitusional. Kita kumpul, bela ulama. Orang mau demo di jalan saja boleh. Kita mau bela ulama dan ibadah masak tidak boleh,” katanya.

Ustad Sambo menjelaskan, bahwa  aksi tersebut untuk menyatakan pendapat yang diatur dalam UUD 1945. Menurutnya, aksi itu tidak bisa dilarang karena justru akan melanggar konstitusi tersebut. Panitia sudah menyampaikan keterangan tentang rencana acara tersebut kepada pihak kepolisian. Dia menjamin acara akan berlangsung aman.

“Kita sudah sampaikan kepada Polda dan juga pihak masjid mengenai acara tersebut. Kita dalam membuat acara juga memiliki tiga poin utama, yaitu tertib, aman, dan konstitusional,” ujarnya.

Dia mengatakan, dalam Aksi Bela Ulama tersebut, akan digelar tablig akbar, lalu zikir dan doa. Dalam acara ini juga akan disampaikan pernyataan sikap dari Presidium Alumni 212 mengenai kasus dugaan konten porno yang tengah melibatkan imam besar FPI Habib Rizieq Syihab.

“Kita akan sampaikan pernyataan sikap, Ramadan harus dihapuskan semua kriminalisassi itu. Dan kita akan buat panitia penyambutan Habib. Lalu ditutup dengan buka bersama dan salat tarawih di Masjid Istiqlal,” ucapnya.

Ustad Sambo  tidak sepakat bila aksi itu disebut sebagai intervensi terhadap penegakan hukum. Sebab, menurutnya, dari awal kasus tersebut tidak berjalan dengan benar, prosedurnya sudah bertentangan dengan hukum dan logika.

”Kalau ini disebut intervensi, tidak masalah. Karena kita menekan bukan dengan cara yang salah dan supaya polisi bertindak benar. Yang salah kalau kita tekan untuk bertindak di luar jalur,” ujarnya.